Presiden Meminta Bantuan IAI, Sederhanakan Laporan SPJ K/L Dan Pemda

0
197

(Vibizmedia-Jakarta) Dalam peresmian pembukaan Kongres XIII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang dihadiri oleh sekitar 300 anggota dan pengurus IAI, Presiden Joko Widodo meminta adanya penyederhanaan laporan surat pertanggungjawaban (SPJ) di kementerian dan lembaga maupun pemerintah daerah.

Presiden pun memberikan contoh, kalau dirinya ke daerah atau ke kementerian, senang saya waktu jalan-jalan ke sekolah, tengah malam lampunya masih menyala. Ada apa ini? Saya datang ke dalam, kepala sekolahnya ada, gurunya ada, saya pikir ini menyiapkan perencanaan belajar-mengajar, saya selalu positive thinking, tapi begitu mendekat saya tanya ramai-ramai sampai malam menyiapkan apa? Ternyata dijawab: Pak kami menyiapkan laporan SPJ, ungkap Presiden Jokowi.

Ini yang saya keluhkan ke menteri-menteri urusan SPJ, walau ada yang mengatakan: SPJ bukan akuntansi Pak, itu administrasi negara, tapi tidak, saya tahu (SPJ) itu akuntansi juga, terang Presiden di Istana Negara, Selasa (11/12).

Kondisi ini, tidak hanya dialami oleh satu-dua sekolah tapi juga di dinas-dinas lain di daerah.

Seperti pada dinas Pekerjaan Umum (PU), tengah malam menyiapkan SPJ. Selain guru dan pegawai di dinas pemerintah daerah tersebut, Ia mengatakan bahwa sejumlah kepala desa (kades) mengeluhkan panjangnya laporan SPJ.

Dalam rangka kontrol penggunaan dana desa di daerah-daerah, berbelitnya laporan SPJ juga dialami oleh para pengungsi gempa di Lombok,NTB saat menunggu pencairan bantuan.

Urusan gempa bumi di Lombok, sudah 2,5 bulan, uang anggaran untuk rumah-rumah belum bisa diterima oleh masyarakat yang rumahnya roboh terkena gempa, padahal uang sudah ditransfer. Ternyata prosedurnya ada 17, saya kaget, padahal masyarakat sudah nunggu, uangnya sudah ada, ungkap Presiden.

Ia pun, memerintahkan agar 17 prosedur itu dipotong tapi dengan tetap menjaga akuntabilitas. Saya minta cepat, prosedur tidak usah banyak-banyak, tidak usah 17, saya minta satu saja, nyatanya bisa, dirapatkan berapa kali akhirnya bisa satu prosedur, kalau bisa satu kenapa 17?, tegasnya.

Disamping itu, Menurut Ketua Ikatan Akuntansi Indonesia Mardiasmo ungkapkan setidaknya ada 35.000 akuntan di Indonesia dan Indonesia adlah negara penghasil akuntan terbesar di Asia Tenggara atau 45% dari total mahasiswa lulusan jurusan akuntansi.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here