Bangun Pasar Rakyat, Pasar Tradisional Bisa Bersaing Dengan Pasar Modern

0
462

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan asosiasi terkait pasar untuk bersama membangun pasar rakyat.

Menurutnya, yang namanya pasar rakyat memang memerlukan sebuah perhatian khusus, agar eksistensi pasar itu betul-betul tetap bisa survive ditengah gempuran supermarket-supermarket, pasar-pasar modern yang hampir di semua kota sekarang ini ada, jelas Presiden saat menghadiri Peresmian Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Tahun 2018 di Hotel Arya Duta, Jakarta pada Rabu (12/12).

Pasar rakyat merupakan tempat berkumpulnya produk dan komoditas dari berbagai profesi seperti nelayan, pengrajin, maupun petani ini, agar dapat bersaing dengan supermarket maupun swalayan modern, pasar rakyat perlu berbenah agar tidak lagi sebagai pasar yang becek, dan tidak rapi.

Selain itu, harga-harga produk di pasar tradisional harus dapat bersaing dengan harga produk di pasar modern serta menjaga kondisi pasar agar konsumen makin tertarik untuk datang.

Sampai dengan 2017, pemerintah telah membangun sekitar 2.660 pasar di berbagai daerah di Indonesia, sementara pada 2018 ditargetkan sebanyak 1.500 pasar.

Jumlah tersebut diluar pasar-pasar di desa yang telah dibangun pemerintah sebanyak 6.500 pasar desa. Baginya, meskipun kecil-kecil tapi sangat bermanfaat bagi ekonomi di pedesaan.

Dalam Rakernas Asparindo 2018 yang mengangkat tema “Digitalisasi Pasar Rakyat”. Pemerintah terus berupaya memperkuat konsolidasi antar Pengelola Pasar Rakyat di tingkat Kota/Kabupaten yang tersebar di 34 Provinsi.

Bagaimana membuat pasar tradisional yang becek menjadi naik kelas, agar masyarakat menjadi nyaman belanja di pasar tradisional.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here