Di Tahun Politik, Pemerintah Terus Berupaya Kendalikan Impor, Pacu Ekspor dan Tingkatkan Investasi

0
515

(Vibizmedia-Jakarta) Perekonomian Indonesia tumbuh positif pada 2018. Presiden paparkan rencana kebijakan pemerintah di tahun politik kepada jajarannya saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (7/1).

Menurut Presiden, perekonomian Indonesia pada tahun 2019 ini, masih akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Di perkirakan perekonomian nasional tumbuh sekitar 5,15%, sedangkan inflasi terkendali pada tingkat yang rendah di bahwa 3,5%, nilai tukar rupiah juga terus bisa dijaga, ungkap Presiden.

Sementara, asumsi dasar ekonomi makro nasional pada 2018 menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,4%, inflasi dalam kisaran 3,5%, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada pada Rp 13.400 per dolar AS.

Berdasarkan realisasi APBN 2018, menunjukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel.

Dari laporan yang diterimanya dari menteri keuangan, defisit dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1,76%, sedangkan keseimbangan primer negatif Rp 1,8 triliun, sudah mendekati 0, ini patut kita garisbawahi, hasil ini jauh lebih baik dari target di APBN sebesar Rp 87,3 triliun, ungkap Presiden.

Keseimbangan primer adalah penerimaan negara dikurangi belanja, di luar pembayaran bunga utang. Keseimbangan primer pada 2017 adalah negatif Rp 29,9 triliun.

Pendapatan Rp 1.942 triliun melampaui target APBN yaitu tercapai 102,5% dari APBN 2018. Belanja negara untuk mendukung target pembangunan optimal mencapai 99,2% dari APBN 2018.

Melalui kebijakan yang akan diambil pemerintah nantinya, diharapkan bisa menarik arus modal masuk.

Untuk mewujudkannya diperlukan langkah-langkah tegas dan konsisten dalam mengendalikan impor, dan memacu ekspor, meningkatkan arus modal masuk ke negara.

Upaya pemerintah meningkatkan arus devisa masuk terbilang wajar, mengingat Indonesia masih mengidap penyakit yang bernama defisit transaksi berjalan.

Pada kuartal IV-2018, Bank Indonesia (BI) telah memberikan signal bahwa defisit transaksi berjalan kemungkinan akan berada di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Selain memancing arus modal masuk, fokus pemerintahan di tahun ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.

Selain itu, terkait keamanan, memasuki tahun pemilu. Keamanan dan ketertiban harus dijaga. Melalui contoh terselenggaranya Pilkada di 171 provinsi dan Kabupaten/Kota pada tahun 2018 lalu, telah membuktikan, pemerintah mampu menyelenggarakan dengan aman dan damai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here