Pemerintah Jaring Investor Singapura Lewat Skema PPP

0
445

(Vibiznews – Economy & Business) – Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan  merupakan hal penting bagi  negara kita karena Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030.

Dalam menghadapi lingkungan global tahun 2019, pemerintah melihat bahwa pembangunan infrastruktur sangat diperlukan mengingat Indonesia adalah negara besar yang dipisahkan oleh lautan. Pembangunan infrastruktur tersebut tidak semuanya dapat didanai dengan APBN.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memperkenalkan skema Public Private Partnership (PPP)/ Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) agar pihak swasta dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur. Untuk itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01) dengan tema “Beyond Boundaries: Indonesia As a Global PPP Investment Destination” untuk menjaring lebih banyak investor, demikian dilansir dari Kementerian Keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai APBN yang sehat dan kuat. Selain itu, Menkeu menyampaikan juga bahwa pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk keberlanjutan Public Private Partnership (PPP)/ Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Untuk mendukung skema ini, pemerintah menyediakan instrument yang mendukung PPP yaitu Project Development Facility, Viability Gap Fund (VGF), Infrastructure Guarantee, dan Special Mission Vehicles (SMV) yang terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Indonesia Invesment Fund, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chavez, mengungkapkan bahwa Bank Dunia memperkirakan defisit dana infrastruktur yang dialami oleh Indonesia mencapai 1,5 triliun dollar Amerika. Hal ini menurutnya adalah peluang bagi para investor untuk menanamkan uangnya di Indonesia sebagai negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Rodrigo, peluang berinvestasi di Indonesia patut diperhitungkan karena iklim investasi di Indonesia sudah semakin baik. Iklim investasi di Indonesia yang baik di Indonesia ditandai oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang kuat dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen pertahun dari 2015 hinga 2017.

Selain fundamental ekonomi yang baik dan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi, surat utang Indonesia yang berada pada level investment grade, serta lelang surat utang negara terbaru yang selalu melebihi penawaran dengan rata-rata hingga 2,5 kali turut menjadi capaian ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Peter MacArthur menyatakan bahwa Indonesia mempunyai anggaran yang kuat dan sehat. Kanada juga tertarik untuk melakukan investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here