Bursa Saham Asia 22/01 Ditutup Masuk Zona Merah oleh Laporan IMF

0
424

Bursa saham Asia berada di zona merah pada perdagangan hari Selasa (22/01) oleh kekhawatiran pasar tentang pertumbuhan ekonomi global setelah Dana Moneter Internasional atau IMF memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya dan buruknya data pertumbuhan ekonomi China.

Pasar saham Australia ditutup menurun setelah lima hari berturut-turut naik dengan indeks acuan  ASX 200 turun 17,10 poin atau 0,29 persen. Tekanan indeks banyak disebabkan oleh anjloknya saham tambang seperti saham Fortescue Metals menurun lebih dari 1 persen, Grup BHP turun hampir 1 persen dan Rio Tinto lebih rendah 0,5 persen.

Demikian juga untuk saham  perbankan, ANZ Banking, Westpac, National Australia Bank, dan Commonwealth Bank lebih rendah di kisaran 1,1 persen hingga 1,4 persen. Sedangkan saham perusahaan minyak  sebagian besar lebih tinggi setelah harga minyak mentah naik lebih tinggi semalam.

Pasar saham Jepang sedikit lebih rendah dalam perdagangan yang berombak dengan indeks Nikkei 225 turun 14,17 poin atau 0,07 persen. Bursa saham Jepang menambah keuntungan moderat untuk mencapai tertinggi satu bulan pada hari Senin. Indeks banyak ditekan oleh anjloknya saham-saham eksportir utama  seperti saham Canon dan Panasonic masing-masing turun 0,2 persen, Mitsubishi Electric menurun 0,4 persen dan Sony lebih rendah sebesar 1 persen.

Pelamahan juga terjadi pada sektor perbankan seperti saham Mitsubishi UFJ Financial menurun 0,9 persen dan Sumitomo Mitsui Financial kehilangan 0,3 persen. Namun terjadi pergerakan positif di saham-saham pembuat mobil seperti saham Honda naik 0,3 persen dan Toyota menambahkan 0,2 persen dan juga saham perminyakan seperti saham Japan Petroleum naik lebih dari 1 persen.

Demikian juga yang terjadi pada bursa saham kawasan China dengan indeks komposit Shanghai turun sekitar 1,18 persen dan indeks komposit Shenzhen juga merosot 1,171 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir hampir 1 persen pada jam terakhir perdagangannya.

Di bursa kawasan Asia lainnya, seperti Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan  juga lebih rendah..

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here