Bursa Asia Akhir Pekan Cetak Untung Meski Banyak Tantangan

0
430

Perdagangan saham akhir pekan di seluruh bursa saham wilayah Asia-Pasifik pada hari Jumat (25/01) ditutup menghijau dan cetak keuntungan yang disponsori kenaikan saham teknologi di bursa Wall Street  meskipun ada kekhawatiran terus-menerus tentang pembicaraan perdagangan AS-China dan prospek ekonomi global.

Indeks saham utama di Asia ditutup lebih tinggi  meskipun ketidakpastian  baru seputar negosiasi perdagangan AS-China yang sedang berlangsung. Indeks Nikkei 225 naik 1%, Shanghai Composite naik 0,4%, Hang Seng menguat 1,65%, Kospi menguat 1,5% dan S&P/ASX 200 naik 0,7%.

Di bursa saham Hong Kong, saham raksasa teknologi China Tencent melambung 4,12 persen di belakang perusahaan yang menerima persetujuan untuk dua game baru setelah berbulan-bulan menunggu.  Persetujuan untuk game Tencent sangat penting karena tidak seperti perusahaan game lainnya, Tencent dapat memanfaatkan atau memonetisasi game mereka dengan sangat baik.

Untuk perdagangan saham Jepang, indeks Nikkei 225 alami penguatan imbas anjloknya kurs yen terhadap dolar AS sehingga membuat saham-saham eksportir utama banyak dibeli. Saham konglomerat yang ikut mensupport kenaikan indeks yaitu saham Softbank Group naik 1,83 persen.

Keuntungan perdagangan saham di bursa  Korea Selatan banyak disumbang oleh kekuatan  saham industri kelas berat Samsung Electronics dan pembuat chip SK Hynix memperpanjang kenaikan mereka mulai perdagangan hari sebelumnya.

Saham-saham di bursa Australia yang mensupport kenaikan indeks seperti dari sektor keuangan kekuatan saham Big Four Banks. Saham ANZ  naik 1,04 persen, Commonwealth Bank of Australia naik tipis, Westpac naik 0,62 persen dan National Australia Bank menguat 0,65 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here