Kebijakan Bank Sentral Amerika Tinggikan Saham Wall Street, Tapi Dolar Terpukul

0
370

Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve telah mengumumkan kebijakan moneter terbarunya usai pertemuan FOMC selama 2 hari pada Kamis (31/01) dini hari tadi, dan setelah pernyataan Ketua Fed Jerome Powell memberikan dampak yang berbeda baik terhadap pasar saham dan juga forex di Amerika.

Jerome Powell menyatakan bahwa bulan ini Fed tidak mengubah suku bunga setelah bulan sebelumnya dinaikkan seperempat basis poin. Kemudian bank sentral tersebut menegaskan kembali posisinya untuk bersabar tentang normalisasi kebijakan lebih lanjut sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan global baru-baru ini dan masih lemahnya tingkat inflasi negeri ekonomi terbesar pertama tersebut.

Pengumuman yang dovish ini membuat pergerakan dolar AS terpukul jatuh hingga perdagangan awal sesi hari ini. Dolar AS sempat naik sedikit setelah data ADP melaporkan pekerjaan  sektor swasta meningkat lebih besar dari yang diharapkan pada bulanJanuari, namun setelah pengumuman Fed rate anjlok terhadap semua rival-rivalnya.

Terhadap perdagangan saham di bursa Amerika Serikat,  indeks utama Wall Street  ditutup menguat signifkan yang memperpanjang keuntungan dari awal sesi  hingga Federal Reserve umumkan mempertahankan suku bunga stabil dan menegaskan kembali posisinya untuk bersabar tentang pengetatan lebih lanjut. Dow Jones ditutup menguat signifikan.

Para pelaku saham bereaksi positif terhadap pengumuman tersebut sehingga saham bergerak naik tajam selama sesi perdagangan. Dengan reli saham pada hari itu, rata-rata indeks utama mencapai level penutupan terbaik dalam hampir dua bulan.

Selain dolar AS terpukul merespon kebijakan Fed, perdagangan obligasi semalam juga mendapat dampaknya. Imbal hasil utang pemerintah AS turun setelah Fed memberikan  sinyal memperlambat laju kenaikan suku bunga pada 2019. Imbal hasil obligasi tenor 2-tahun naik 2,538 persen, imbal hasil obligasi tenor 10-tahun lebih tinggi sekitar 2,706 persen dan imbal hasil obligasi tenor 30-tahun sebagian besar tidak berubah pada 3,054 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here