“Jembatan Jokowi” Bukti Negara Hadir di Muara Gembong, Bekasi

0
210

(Vibizmedia-Bekasi) Muara Gembong kini memiliki jembatan antardesa untuk perlancar akses dan produksi udang.

Kurang dari 1,5 tahun, tepatnya saat Presiden menghadiri panen raya udang di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/1/2019) lalu, jembatan sepanjang 82 meter dengan lebar 5 meter telah membentang di atas Sungai Citarum.

Teringat ketika 1 November 2017 lalu, Presiden Joko Widodo menyerahkan SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) kepada para petani dan petambak. Salah satunya adalah Kelompok Tani Mina Bakti yang mendapatkan SK IPHPS dengan luas 80,9 hektare dan dibagi kepada 38 kepala keluarga (KK) untuk mengelola tambak di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Presiden Jokowi juga berkesempatan menebar benih udang Vaname di tambak tersebut. Namun, Ia terpaksa harus menggunakan sepeda motor trail karena akses menuju tambak harus melewati jembatan gantung yang hanya dapat dilalui oleh satu sepeda motor.

Melihat kondisi tersebut, saat itu juga Presiden Jokowi langsung menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk membangun jembatan yang lebih layak dan lebih bermanfaat.

Jembatan yang menghubungkan Desa Pantai Mekar dan Desa Pantai Bahagia tersebut dibangun untuk memudahkan akses dan proses produksi. Keberadaannya pun tak jauh dari jembatan gantung yang sebelumnya.

Bagi Presiden, pembangunan jembatan tersebut sudah menjadi suatu keharusan. Apalagi terdapat potensi produksi udang yang sangat melimpah namun membutuhkan infrastruktur berupa jembatan untuk memudahkan proses produksi hingga pemasaran.

Kini, manfaat dari keberadaan jembatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh para petambak, namun juga masyarakat sekitar yang tidak perlu lagi mengantre untuk melintasi jembatan seperti ketika hanya ada jembatan gantung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here