Presiden Minta BPN Bangun Layanan Berbasis Digital

0
424
Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional. (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Istana Negara. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden Joko Widodo menginginkan pelayanan berbasis digital diterapkan pada layanan bidang pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sebab bagi Presiden, situasi dunia sudah berubah total dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat dan digitalisasi pelayanan itu sudah dilakukan di hampir semua negara, ungkapnya saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2).

Ini menuntut layanan pertanahan harus bisa diakses oleh masyarakat dari mana saja. Dengan demikian, kantor-kantor pertanahan tidak akan lagi dipenuhi orang yang mengantre.

Kalau kita tidak melakukan, tertinggal kita. Sekarang ini, sekali lagi saya sampaikan di mana-mana, negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Enggak ada negara yang besar mengalahkan negara yang kecil, atau negara kaya mengalahkan negara yang miskin, ungkap Presiden.

Sebab harapannya, dengan adanya kemudahan pelayanan ini, dapat turut meningkatkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia (ease of doing business) menjadi peringkat yang lebih baik. Karena termasuk ini di urusan sertifikat juga termasuk salah satu penilaian dalam ease of doing business.

Untuk itu, Presiden meminta agar Kementerian ATR/BPN bisa memulai dan menerapkan sistem pelayanan berbasis digital pada tahun ini. Ia juga meminta agar seluruh bisnis proses, berkas, dan dokumen bisa diubah ke dalam format digital.

Perlunya dibuatkan platform atau aplikasi sistem guna memudahkan seluruh proses pelayanan secara elektronik, online, realtime, akurat dan aman bagi masyarakat dan yang berkaitan dengan investasi.

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar sistem manajemen sumber daya manusia di Kementerian ATR/BPN dibangun dan ditingkatkan. Mulai tahap rekrutmen, tahap upgrading, pola karir, sistem penilaian yang berbasis kinerja dan berbasis kompetensi, serta pemberian reward and punishment.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here