Produk Ekspor Indonesia Masuk ke 100 Negara di Asean, Timur Tengah dan Afrika

0
224
Presiden Joko Widodo menghadiri pelepasan container ekspor ke-250.000 Mayora Group di Pabrik PT Mayora Indah Tbk., Cikupa, Kabupaten Tangerang. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo menghadiri pelepasan container ekspor ke-250.000 Mayora Group di Pabrik PT Mayora Indah Tbk., Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Ia pun menyatakan rasa bangganya terhadap produk merek asli Indonesia buatan Mayora Group yang telah “menjajah” lebih dari 100 negara yang berada di kawasan ASEAN, negara kawasan Timur Tengah dan Afrika seperti Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok.

Presiden pun ungkapkan maksud menjajah tersebut, dalam artian masuk ke pasarnya. Bukan kita dimasuki, tapi kita memasuki. Ini yang penting, ungkap Presiden di Pabrik PT Mayora Indah Tbk., Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (18/2).

Menurutnya, saat ini, investasi dan ekspor menjadi kunci agar ekonomi Indonesia sehat. Oleh karena itu, Presiden mengaku senang ketika mendengar nominal ekspor yang dilakukan oleh PT Mayora ini. Berdasarkan penuturan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja, Presiden menyebutkan volume ekspornya mencapai hingga lebih dari 2.000 kontainer per bulan.

Tadi saya dibisiki Pak Andre, lebih dari 2.000 kontainer per bulan. 2.000 per bulan! Dan hari ini alhamdulillah akan diekspor yang ke-250.000 kontainer, ungkapnya.

Selain itu, langkah PT Mayora yang membeli langsung bahan bakunya langsung dari para petani lokal, untuk produk olahan kopi, serta membina banyak petani sehingga produksi mereka dapat diambil dan dibeli juga mendapatkan mengapresiasi dari Presiden Jokowi.

Untuk meningkatkan ekspor dan investasi yang menjadi dua kunci utama keberhasilan ekonomi Indonesia, untuk mewujudkan kemakmuran bersama, Presiden berharap adanya kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pihak perusahaan swasta dengan pemerintah.

Strategi lainnya dalam menggenjot ekspor yaitu dengan penetapan industri yang menjadi prioritas. Untuk ini, ia telah menyampaikan kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk menetapkan industri makanan dan minuman sebagai prioritas karena pertumbuhannya yang pesat.

Industri makanan dan minuman menjadi prioritas karena growth-nya tinggi, 9 persen growth di makanan dan minuman. Itu gede banget sehingga ini industri ini harus diberikan dukungan. Sehingga kemarin ada sedikit masalah misalnya Mayora dengan Filipina, nah pemerintah mengirimkan tim untuk berbicara dengan pemerintah di sana agar produk-produk yang ada ini tetap bisa masuk, ungkapnya.

Di samping itu, penyederhanaan regulasi juga dipandang Presiden sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor. Demikian halnya dengan investasi yang berkaitan dengan barang ekspor atau produk-produk substitusi impor yang juga diberikan kemudahan.

Karena memang kuncinya di situ, untuk memperbaiki neraca perdagangan kita, untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan kita. Semua sudah mengarah, hanya memang nanti misalnya ada hal-hal yang enggak baik perlu dikoreksi yah kita koreksi. Yang paling penting kecepatan ekspor harus didorong, jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here