Making Indonesia 4.0: Pemerintah Bikin Industri Elektronika Lebih Agresif

0
188
Ilustrasi Industri Elektronika (Photo: Humas Kemenperin)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam rangka mengimplementasikan roadmap Making Indonesia 4.0 khususnya dalam bidang industri elektronika, salah satu sektor manufaktur yang pionir dan diprioritaskan pengembangannya memasuki era industri 4.0, Kementerian Perindustrian fokus menumbuhkan dan mengembangkan industri elektronika yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, sehingga dapat berperan untuk substitusi impor.

Langkah strategis dilakukan melalui berbagai kebijakan strategis sehingga terciptanya iklim usaha yang kondusif dalam mendorong industri agar semakin agresif.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (21/2), menegaskan, pihaknya serius mengakselerasi peningkatan daya saing industri elektronika di Tanah Air. Fokusnya, antara lain industri elektronika, dengan tujuan agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku atau komponen impor.

Para produsen elektronika didorong agar terus menghasilkan produk-produk berteknologi tinggi yang diproduksi di Indonesia. Salah satu upayanya melalui pemanfaatan teknologi berbasis digital atau industri 4.0. Industri elektronika dalam negeri dipacu agar tidak hanya terkonsentrasi pada perakitan, tetapi juga terlibat dalam rantai nilai yang bernilai tambah tinggi.

Dalam upaya memacu pengembangan industri elektronik di Tanah Air, selain membuat regulasi untuk melindungi industri dalam negeri, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto menyampaikan, pemerintah juga telah memberikan insentif guna menarik investasi dan mendorong ekspor. Khususnya untuk industri komponen dan bahan baku.

Sementara itu, dalam rangka menekan impor, pemerintah memberikan insentif untuk mendorong tumbuhnya industri komponen yang strategis. “Insentif perpajakan yang ditawarkan kepada investor, antara lain tax holiday dan tax allowance,”demikian Suryanto menjelaskan.

Tax holiday diberikan kepada investor yang akan mengembangkan industri semikonduktor wafer, industri backlight untuk liquid crystal display (LCD), electrical driver dan liquid crystal display (LCD). Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150 Tahun 2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Pelaku industri juga  bisa memanfaatkan tax allowance, apabila mereka berminat mengembangkan industri komputer, barang elektronik dan optik, industri peralatan listrik dan industri mesin dan perlengkapan YTDI (mesin fotocopy, pendingin).

Guna lebih mendukung industri dalam negeri, pemerintah menyiapkan regulasi mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib.

Emy T/ Journalist/ VM                                                                                                 Editor: Emy Trimahanani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here