Jokowi Memajukan Pangan Laut Berkelanjutan dan Energi Hijau

0
287

(Vibizmedia – Pilpres) – Terkait Indonesia sebagai negara maritim, Jokowi menjelaskan bagaimana pemerintahannya telah membangun fasilitas untuk pengolahan hasil laut. Telah disiapkan Bank Mikro Nelayan sehingga nelayan mudah mendapatkan modal. Disebutkan 132 miliar rupiah dana dari Bank Mikro Nelayan telah disalurkan untuk para nelayan dengan bunga hanya 3 persen saja.

Jokowi menargetkan untuk tahun ini akan ditingkatkan penyaluran BMN hingga mencapai 975 miliar rupiah.

Ditambahkannya lagi: “Kita juga akan meningkatkan pengguna teknologi untuk meningkatkan produktifitas nelayan dan menjaga kelestarian laut. Maka kita hadirkan program “Pangan Laut Berkelanjutan”. Anugerah laut Indonesia wajib kita pelihara, kita rawat untuk generasi yang akan datang, generasi seusia cucu kita serta generasi selanjutnya.”

Elektrifikasi 99,9%

Kemudian menyinggung akan elektrifikasi, Jokowi menjelaskan dalam menyongsong era industri 4,0, kita telah mampu meningkatkan rasio elektifikasi, rasio kelistrikan hingga 98% lebih. “Dan kita targetkan mencapai 99,9% tahun 2019 ini,” tegasnya.

Disebutkannya juga kedepannya program Jokowi adalah akan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil atau minyak dan memajukan program “energi hijau”. Ini disebutkan sebagai bentuk tanggung jawab Indonesia untuk peduli masalah perubahan iklim dunia.

Indonesia yang kaya sumber daya alam, diyakini Capres 01 ini sebagai bisa menggantikan energi terbarukan. Energi dari air, energi panas bumi, dan energi dari angin atau bayu dan matahari.

“Untuk pertama kali dalam sejarah, kita telah membangun PLTB di Sidrap dan Jeneponto di Sulsel. Ini mampu dinikmati oleh 150 ribu lebih keluarga. Kita juga telah membagikan 176 ribu lampu surya gratis di 16 propinsi untuk lebih dari 350 ribu rumah,” terang Jokowi, disambut meriah dan bangga oleh seluruh peserta Konvensi Rakyat.

Jokowi masih menambahkan lagi: “Dengan bantuan ini, misalnya seorang ibu di salah satu desa, Ibu Yalob di Kabupaten Jayawijaya, dapat menikmati penerangan untuk keluarganya.”

Biodiesel Lampaui Target

Masih lagi diteruskan Jokowi dengan data, dimana dikatakannya selama 2018 kita telah mampu memproduksi bio-diesel melebih target, yaitu sebesar 6 juta kilo liter. Itu terdiri dari 4 juta kilo liter untuk program B20 dan sisanya diekspor. Kita juga, katanya, berhasil menghemat devisa 28,4 triliun rupiah dan tahun ini ditargetkan memproduksi sebesar 6,2 juta kilo liter dengan potensi penghematan devisa sebesar 3.5 miliar USD.

Dengan energi alternatif ini diyakini akan dapat mengurangi kebutuhan impor minyak kita dan meningkatkan ketahanan energi yang terjangkau oleh masyarakat.

“Saya optimis terjangkau, optimis berdaulat,” tandas Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here