OJK: Perbankan dan Fintech Saling Cari Peluang Kerjasama

0
520

(Vibizmedia – Nasional) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perbankan harus lebih cermat dalam merespons kehadiran financial technology (Fintech) dan mencari peluang untuk saling memanfaatkan sehingga hadirnya fintech tidak saling melemahkan atau merugikan.

Seperti diketahui bersama, sejak Januari 2016, industri Fintech (financial technology), khususnya peer-to-peer (P2P) Lending emang mengalami kemajuan pesat di Indonesia dan mulai dikenal masyarakat luas.

Salah satu persepsi yang muncul di masyarakat akibat merebaknya industri Fintech adalah bahwa industri ini akan mengancam keberadaan institusi keuangan konvensional seperti bank. Persepsi ini timbul, karena kekhawatiran bahwa bank, akan terdisrupsi oleh Fintech, seperti halnya taksi konvensional terdistrupsi oleh taksi online. Meskipun hal ini masih terus dikaji kemungkinannya.

Dalam hal ini Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK, Munawar Kasan dalam diskusi “Mendorong Sinergi Lembaga Keuangan-Fintech” di Graha Sawala, Jakarta, Kamis (28/2), mengatakan: “Sinergi akan menghasilkan hasil yang berlipat daripada saling melemahkan”.

Munawar menyebutkan bahwa untuk perkembangan yang optimal kedepan, bank dan fintech harusnya saling berkerja sama. Kehadiran fintech  tidak bisa dihindari. “Fintech lahir dengan semangat memberikan kemudahan akses layanan jasa keuangan yang lebih cepat dan lebih mudah,” tambahnya.

Memang pada kenyataannya di bidang ekonomi, Indonesia menghadapi permasalahan keterbatasan akses pada lembaga keuangan, khususnya perbankan. Contohnya yang dialami oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang tidak semuanya memilki akses pendanaan pada perbankan atau lembaga keuangan. Peluang inilah yang dilihat fintech jenis peer to peer (P2P) lending untuk memberikan pendanaan. Sisi inilah yang diyakini belum mampu dijamah bank-bank.

Data OJK hingga akhir 2018 total transaksi dari industri peer to peer lending mencapai Rp26 triliun, namun menurut OJK jumlah itu masih sangat kecil untuk menutupi gap kebutuhan pendanaan di Indonesia yang mencapai Rp1.000 triliun.

Dalam hal penetapan besaran bunga diatur atas kesepakatan dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Besaran bunga antar fintech saat ini juga berbeda-beda tergantung model bisnisnya.

Emy T/Journalist/ VM
Editor : Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here