Presiden Jokowi di Minahasa Utara: Hadapi Tantangan Bangsa dengan Optimisme

0
659
Presiden Joko Widodo bersama peserta KGM X dan PGI di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, 31 Maret 2019. (Photo Biro Pers Setpres)

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo berkenan bersilaturahmi dengan para peserta Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, pada Minggu, 31 Maret 2019.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa negara kita sesungguhnya memiliki banyak kekuatan yang menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara besar. Sebagai bangsa dan negara besar, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dan kekuatan yang patut dibanggakan.

Presiden Joko Widodo bersama peserta KGM X dan PGI di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, 31 Maret 2019. (Photo: Biro Pers Setpres).

Sebagaimana umumnya pada bangsa yang besar, terdapat tantangan yang juga besar, yang harus dihadapi . Demikian juga bangsa Indonesia, banyak menghadapi tantangan yang harus dihadapi dengan optimisme, kebanggaan, dan tetap produktif.

Presiden Joko Widodo menghadiri kongres KGM X dan PGI di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, 31 Maret 2019. (Photo: Biro Pers Setpres)

“Jangan sampai ada yang mengecilkan arti negara ini, apalagi pesimistis. Enggak, kita harus optimistis. Negara ini memerlukan perjalanan besar lewat tahapan-tahapan besar untuk menjadi negara maju. Negara besar pasti tantangannya juga besar,” jelas Presiden Joko Widodo.

“Bangsa ini bangsa besar. Penduduk kita juga besar. Ekonomi kita, PDB kita, juga besar. GDP kita itu 45 persen dari GDP seluruh 10 negara ASEAN. Ini negara besar. Jangan kita lupa. Kita harus bangga terhadap negara ini,” kata Presiden.

 

Ditegaskan juga, saat ini Indonesia dan juga banyak negara lain bersiap menghadapi perubahan global seiring revolusi industri baru yang sudah di depan mata. Inilah salah satu tantangan besar yang menjadi tugas besar bersama untuk dapat merespons dan memenangkan persaingan di tengah perubahan itu.

Presiden mengakhiri dengan berpesan: “Hati-hati dengan perubahan-perubahan ini. Bagaimana kita cepat menyikapi tanpa kehilangan karakter, kepribadian, dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Kita tidak bisa lagi mencegah. Tidak bisa lagi kita menghambat,”.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here