Rampung Pertengahan Tahun Depan, Pelabuhan Patimban Kurangi Kemacetan Lalu Lintas Ekspor-Impor

0
683

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perhubungan menargetkan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2020 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sampaikan bahwa proyek pembangunan Pelabuhan Patimban sampai dengan saat ini, berjalan sesuai rencana.
Hal ini disampaikan usai dirinya rapat di lokasi Proyek Pelabuhan Patimban tersebut, sekaligus memastikan proyek pembangunan pelabuhan tersebut, pada Minggu (23/6).

Budi mengatakan yang kita bisa rencanakan adalah mungkin April pertengahan tahun depan, kita akan mulai melakukan penggunaan pertama dari car terminal. Oleh karenanya saya akan koordinasikan supaya bisa diselesikan, baru nanti akhir tahun 2020 selesai semuanya, jelasnya.

Ia pun berharap, dengan beroperasinya pada pertengahan tahun 2020 mendatang, akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Patimban dapat selesai dibangun.

Sampai dengan saat ini, progres pembangunan Pelabuhan Patimban sudah mencapai 29%, sedangkan untuk car terminal progresnya sudah mencapai 35%.

Dengan adanya car terminal di Pelabuhan Patimban yang memiliki kapasitas tampung 250 ribu hingga 300 ribu kendaraan per tahun, kepadatan lalu lintas ekspor-impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok akan berkurang. Sebab selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Selain itu, menurut Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan tujuan pembangunan Pelabuhan Patimban adalah untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi Migas.

Agus sampaikan bahwa pembangunan pelabuhan Patimban dibagi dalam tiga tahap yakni pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3.5 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU), tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7.5 Juta Teus, jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here