Kurangi Pengguna Kendaraan Pribadi, Kemenhub Kaji Transportasi Massal O-Bahn

0
536
O-Bahn. DOKUMENTASI: SETKAB

(Vibizmedia-Nasional) O-Bahn, yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT), dapat menjadi alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia.

O-Bahn adalah bagian dari sistem transit BUS cepat dengan memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama. Sistem ini, pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.

Saat ini, Kementerian Perhubungan sedang mengkaji O-Bahn tersebut. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi sampaikan dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi, ungkapnya di Jakarta, pada Minggu (23/6).

Untuk itu, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan di daerah perkotaan di Indonesia, pihaknya sedang berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana transportasi massal Perkotaan di Indonesia.

Pada tahun 2019 ini, langkah Kementerian Perhubungan lakukan perbaikan semua sarana dan fasilitas angkutan umum, angkutan massal diantaranya BRT, LRT dan Mass Rapid Transit (MRT).

Budi mengatakan kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya O-Bahn yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

Menurut Zulfikri, kapasitasnya lebih besar daripada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar daripada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur, jelasnya.

Penggunaan O-Bhan kemungkinan dilakukan di luar dari Jakarta. Tentu saja harus dilihat lagi masterplan kotanya. Untuk itu, Zulfikri menilai perlu kajian lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here