Presiden Jokowi Fokuskan 3 Hal Dalam IMT-GT

0
239

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo memimpin pertemuan ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di sela-sela hari kedua KTT ke-34 ASEAN, yang digelar di Grand Hall Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, pada Minggu (23/6).

Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi menyampaikan dalam usianya yang ke-26, kerja sama IMT-GT dapat dikatakan sebagai kerja sama segi tiga emas meliputi 83 juta penduduk di tiga negara, 14 provinsi di Thailand, 8 negara bagian di Malaysia, dan 10 provisi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Akano.

Menurutnya, kerja sama IMT-GT telah banyak berkontribusi dalam membangun perekonomian sub-kawasan, termasuk meningkatkan daya saing di daerah-daerah, meningkatkan konektivitas, serta meningkatkan nilai perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Kedepan, tantangan IMT-GT tidak saja bagaimana mempertahankan capaian selama ini, namun juga memastikan agar pembangunan dapat dilakukan lebih sustainable dan tidak menghamburkan sumber daya, jelas Presiden.

Selain itu, dalam dinamika perekonomian global dan kawasan yang penuh dengan ketidakpastian, penting bagi kerja sama IMT-GT untuk terus meningkatkan sinergi dan kordinasi dalam kerja samanya, ungkapnya.

Presiden Jokowi kemudian menyampaikan tiga hal yang menjadi pandangan nasional Indonesia dalam kerja sama tiga negara itu. Pertama, pengembangan dan penyelesaian proyek-proyek konektivitas fisik, sejalan dengan salah satu fokus implementasi IMT-GT Vision 2036.

Kedua, pentingnya pertumbuhan ekonomi di kawasan IMT-GT bersifat berkelanjutan dan inklusif.

Ketiga, pemanfaatan keunggulan dan potensi masyarakat di sub-kawasan di sektor industri halal untuk mendorong penguatan kerja sama sektor-sektor usaha UKM halal, yang berorientasi ekspor maupun halal start-up.

Indonesia bermaksud menyelenggarakan Halal Summit 2020 pada bulan Oktober 2020. Indonesia mengharapkan Halal Summit membuka peluang industri halal di kawasan kita, jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here