Darmin Nasution: Ekonomi Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

0
624
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sampaikan bahwa ekonomi Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, ditengah ketidakpastian perekonomian global.

Hal ini disampaikannya pada saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR), menurutnya kita tetap mampu mencetak pertumbuhan ekonomi yang konsisten naik dari tahun ke tahun, 4,88 di tahun 2015, 5,03 di tahun 2016, 5,07 di tahun 2017 dan 5,17 di tahun 2018, jelasnya di Jakarta, pada Selasa (25/6).

Sampai dengan saat ini, perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang semakin positif, meski tidak naik dengan cepat, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tumbuh berkualitas.

Selain itu, kualitas pertumbuhan yang semakin baik ditandai dengan tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran dan rasio gini yang menurun serta tingkat inflasi yang rendah dan terkendali, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN.

Pada bulan Mei 2019 yang lalu, lembaga pemeringkat S&P telah meningkatkan peringkat rating Indonesia satu tingkat menjadi “BBB” dengan outlook stabil. Indonesia pun mendapat investment grade pada level “BBB” dengan outlook stabil dari seluruh rating agencies, jelas Darmin.

Ditambah lagi, sebagai negara tujuan investasi, Indonesia memiliki daya tarik berdasarkan penilaian The Economist dan IMF. Pada tahun ini, peringkat daya saing Indonesia meningkat bahkan tertinggi di Asia Pasifik, berdasarkan penilaian IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) menjadi peringkat 32 dari sebelumnya 43.

Untuk itu, pada tahun 2020 mendatang, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 8,5-9,0%, tingkat pengangguran sebesar 4,8-5,0% dan rasio gini sebesar 0,375-0,380, dengan asumsi makro yang sudah disepakati bersama Komisi VII dan Komisi XI DPR, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2-5,5% (yoy), inflasi 2,0-4,0 % (yoy), nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.000–Rp 14.500 per dollar AS, harga minyak di angka 60 dollar AS/barel, lifting minyak di angka 734 ribu barel/hari, dan lifting gas sebesar 1.159 BOE/hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here