Prediksi Musim Kemarau Hingga September, Kementan Anjurkan Petani Manfaatkan AUTP

0
365
Ilustrasi Petani. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/MAIR

(Vibizmedia-Nasional) Memasuki musim kemarau, sebagai antisipasi gagal panen, Kementerian Kementerian (Kementan) mendorong petani di Indonesia untuk memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus 2019. Pada periode Juli hingga September, sebagian besar wilayah memiliki curah hujan rendah dengan sifat hujan di bawah normal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy AUTP memberikan manfaat besar kepada petani melalui biaya premi yang relatif ringan.

Hanya Rp 36 ribu hektare per musim, petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan, terkena bencana banjir, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat klaim Rp 6 juta per hektare, ungkap Sarwo dalam keterangan tertulis, pada Senin (1/7).

Berdasarkan data Kementan pada tahun 2018, jumlah petani peserta AUTP terus meningkat dengan realisasi AUTP mencapai 806.199,64 hektare atau 80,62 persen dari target Kementan yakni 1 juta hektare. Sedangkan dari sisi proses klaim, kerugian yang diajukan petani mencapai 12.194 hektare atau sebesar 1,51 persen.

Untuk itu, dengan kemudahan mendaftar melalui Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP), Sarwo Edhy mengimbau para petani mengikuti asuransi karena pembayaran klaim yang dilakukan PT Jasindo berjalan lancar.

Berkat AUTP ini, sudah banyak petani yang masih bisa bernafas lega meski lahannya mengalami gagal panen akibat bencana alam. Pihaknya akan terus mensosialisasikan AUTP ini ke petani, ungkap Sarwo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here