YouTuber, Antara Konten, Popularitas, dan Resiko

0
668
Youtube logo (Sumber: Wikipedia)

(Vibizmedia – Column) – Kalau tanya anak muda masa kini, ga sedikit kalau ditanya pasti jawabnya : YouTuber! Memang, posisi YouTuber memang bisa dikatakan sangat menjanjikan. Dengan subscriber yang banyak, seorang YouTuber bisa mendapatkan penghasilan yang cukup membuat kantong semakin menebal.

YouTuber, profesi masa kini yang sangat menjanjikan

Memang, saat ini orang berlomba-lomba membuat konten YouTube yang kreatif, demi mendapatkan subscriber sebanyak-banyaknya. Segala jenis konten, mulai dari yang lucu, serius, bahkan yang bersifat informasi yang mengundang keingintahuan orang, semua dibuat dengan menonjolkan keunikan masing-masing YouTuber.

YouTuber yang berhasil saat ini, bisa dikatakan sangat banyak. Sebut saja beberapa nama yang terkenal, seperti Bayu Skak, Boy William, Ken & Grat, dan berbagai nama lainnya. Topik yang disampaikan pun beragam, ada yang membahas keseharian, hidup di luar negeri, kuliner, dan bahkan jika YouTuber sudah sangat populer, mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk membuat vlog dengan Presiden dan orang-orang ternama lainnya.

Dampak Negatif Konten YouTuber

Profesi YouTuber, memang bisa dikatakan sangat menguntungkan, tapi bisa juga membuat Anda berurusan dengan hukum. Seperti kisah yang dialami Kanghua Ren, YouTuber yang asal Spanyol yang dikenal dengan nama ReSet ini. Karena konten yang dibuatnya di YouTube, ia akhirnya harus berhadapan dengan hukum.

Kanghua Ren, adalah seorang YouTuber yang bisa dikatakan cukup populer, sebelum kasusnya viral di seluruh dunia. Ia memiliki subscriber yang berjumlah banyak, yaitu sekitar 1,2 juta. Namun, semua kesuksesan tersebut harus berakhir, karena ia membuat suatu konten yang sangat fatal, yaitu membuat prank dengan memberikan oreo berisi pasta gigi (odol) kepada seorang homeless pada tahun 2017.

Kanghua Ren, mengatakan bahwa ia melakukan itu karena memenuhi permintaan dari salah satu dari 1,2 juta subscribernya, yang memintanya untuk membuat konten berisi lelucon . Namun, bagi saya, apa yang dilakukannya sama sekali tak lucu, bahkan mencelakakan orang lain. Dan jelas saja, apa yang dilakukannya justru berujung petaka, karena ia akhirnya harus menerima hukuman penjara selama 15 bulan, dan juga denda sebanyak 20.000 euro, serta dilarang menggunakan sosial media miliknya selama 5 tahun.

Jadi, Konten Apa Yang Harus Dibuat?

Ada beberapa sasaran yang bisa dilakukan oleh YouTuber, untuk membuat konten yang menarik :

  1. Konten harus bernada positif dan informatif.

Jangan biasakan membuat konten yang bernada sensasi, meskipun bisa menaikkan subscriber. Tetaplah membuat konten yang positif, tetapi harus dikemas dengan baik. Contohnya, jika Anda ingin membuat konten tentang berbelanja di pasar, Anda bisa membuatnya dengan cara berbicara yang menarik depan kamera, seperti ini : “hey guys, saya sedang berada di Pasar ……., kita lihat yuk berbagai sayur mayur yang bisa kita borong saat ini..”

Ada lagi konten yang sangat menarik, yaitu informasi, entah itu informasi politik, ekonomi, dan informasi mainstream lainnya. Tapi ingat, penyampaiannya harus dengan cara yang sangat menarik dan bisa dimengerti oleh orang lain.

2. Anggaplah subscriber sebagai teman interaksi.

Dalam membuat konten, ini prinsip yang sangat pasti harus dilakukan. Sebagai YouTuber, jangan memposisikan Anda sebagai pihak yang harus didengarkan atau “dimuliakan”, tetapi Anda harus menganggap subscriber sebagai teman, dan harus berbicara di depan kamera seperti berbicara kepada sahabat-sahabat Anda.

3. Utamakan quantity diatas quality.

Saat ini, membuat konten sebanyak-banyaknya, dan konsistensi dalam memproduksi konten, adalah hal yang penting. Ingat, membuat konten yang bagus memang penting. Tetapi, jangan terlalu perfect. Karena, saat ini netizen lebih mengutamakan kuantitas atau banyaknya konten yang dibuat, daripada kualitas dari satuan konten yang dihasilkan. Jadi, memang tak bisa disangkal, jika ingin melejit sebagai YouTuber, Anda harus produktif menghasilkan konten.

4. Miliki karakter sendiri, yang menarik, namun jangan menyinggung pihak lain.

Uniqueness, adalah faktor penting yang sangat menunjang seorang YouTuber. Jadi, temukan ciri khas dan keunikan Anda, entah dari gaya bahasa, dandanan, atau lainnya.  Tapi ingat, jangan membuat konten yang bisa menyinggung atau merendahkan orang lain, seperti kasus Kanghua Ren tersebut.

5. Buatlah konten yang memancing rasa “want to know” orang lain

Utamakan konten yang memancing keingintahuan atau “want to know” dari subscriber Anda. Ingat, jangan menaikkan konten hanya berdasarkan keinginan Anda, tetapi sesekali ada baiknya untuk mencari tahu topik apa yang paling diinginkan oleh subscriber. Tapi ingat, tetap Anda harus menyeleksi permintaan subscriber. Kalau permintaannya bisa membahayakan Anda, jangan dilakukan. Tetapi jika permintaannya positif dan sanggup Anda lakukan, usahakanlah untuk membuatnya. Karena Anda harus tahu, bahwa nafas seorang YouTuber, adalah berasal dari “want to know” orang lain.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here