Rasio Elektrifikasi Sampai Akhir 2019 Ditargetkan Mencapai 99,9%

0
301
Ilustrasi penyediaan listrik masyarakat. FOTO: KEMENTERIAN ESDM

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi hingga akhir 2019 mencapai 99,9%. Untuk mencapainya, beberapa strategi pun dilakukan pemerintah melalui sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pemerintah Daerah (Pemda) dan CSR Badan Usaha di sektor Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM).

Sampai dengan 15 Juni 2019 lalu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mencatat rasio elektrifikasi di Indonesia sebesar 98,81%, meningkat 0,5% dibandingkan akhir Desember 2018 sebesar 98,3 persen.

Saat ini, tercatat sudah ada 67,54 juta rumah tangga teraliri listrik di Indonesia, sedangkan yang belum berlistrik sebanyak 813.872 rumah tangga lagi.

Dari angka tersebut, Bali menjadi provinsi pertama di Indonesia yang rasio elektrifikasinya mencapai 100 persen, sedangkan Kalimantan Barat mencapai 87 persen dan Kalimantan Tengah mencapai 84 persen, sementara Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan rasio elektrifikasi terendah di Indonesia hanya sebesar 62 persen.

Dalam keterangan persnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan NTT itu kenaikannya kita harapkan tambah 10% akhir 2019. Kita sengaja fokus di situ agar masyarakat di sana sejajar dengan saudara-saudara lain di Indonesia. Yang lain sudah di atas 90%, di sana masih kisaran 62%. Kita genjot teman-teman di PLN, ungkapnya di Jakarta Selatan, Selasa (2/7).

Sampai dengan akhir tahun ini, pemerintah berharap jumlah rumah tangga berlistrik bisa bertambah sebanyak 627.068, sehingga total rumah tangga berlistrik sampai akhir 2019 mencapai 68,17 juta rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here