Harga Emas Terjun Dari Tertinggi Sepekan Karena Data Inflasi AS

0
386

(Vibizmedia-Commodity) – Mengakhiri perdagangan komoditi sesi Amerika Jumat (12/07), harga emas amblas dari posisi harga tertinggi  sepekan yang dicapai pada sesi Asia, sentimen negatif pasar terjadi merespon rilis data inflasi konsumen AS yang lebih kuat dari perkiraan sehingga meragukan apakah bank sentral AS akan memangkas suku bunga seagresif yang diharapkan.

Harga emas spot gold turun 0,85% menjadi $ 1.406,8 per troy ounce, turun hampir $6 setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan di bulan Juni dengan kenaikan terbesar dalam hampir 1-1/2 tahun. Harga emas spot telah menyentuh level tertinggi satu minggu di $ 1.426 di awal sesi. Demikian juga dengan harga emas berjangka AS untuk kontrak bulan Agustus naik 0,26% menjadi $ 1.408,8 per troy ounce.

Federal Reserve AS bulan lalu menurunkan proyeksi inflasi untuk 2019 menjadi 1,5% dari 1,8% yang diproyeksikan pada bulan Maret. Sehingga mungkin tidak mengubah harapan bank akan memangkas suku bunga bulan ini sekalipun data inflasi menunjukkan lain.

Perdagangan sebelumnya harga emas sudah mendaki hingga naik 1,5%  setelah pernyataan dovish Ketua Fed Jerome Powell, di mana ia mengkonfirmasi ekonomi AS masih di bawah ancaman dari aktivitas manufaktur yang mengecewakan, inflasi yang lemah dan perang dagang yang membara, sehingga mereka untuk  bertindak sebagaimana mestinya.

Untuk perdagangan selanjutnya  hingga sesi Amerika malam nanti berakhir, analyst Vibiz Research Center memperkirakan posisi support di 1392.85– 1387.05. Namun jika bergerak naik akan  mendaki ke posisi resisten 1416,24 – 1422.18.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here