Kereta, Kini Menjadi Tranportasi Primadona Para Eksekutif

0
222

Naik kereta api…Tut..tut..tut.. Siapa hendak turun? Ingat lagu ini? Semua orang pasti tahu lagu ini. Lagu anak-anak yang populer karya Saridjah Niung Bintang Soedibio selalu membuat setiap anak memimpikan naik kereta api.

Perkembangan kereta api di Indonesia sangat luarbiasa. Teringat di era 80-90an dimana kereta api menjadi sesuatu yang dihindari “orang berduit”. Para penumpang kereta api dalam kota rata-rata adalah kelas menengah ke bawah dan jika naik kereta api pagi hari antara pukul enam atau tujuh pagi, harus rela tidak duduk saking penuhnya dan bersama-sama dengan pedagang ayam, pedagang sayur yang membawa dagangannya masuk dalam kereta api.

Kereta api diperkenalkan sebagai transportasi di Indonesia pada tahun 1867 sebagai sarana untuk mengangkut hasil bumi dan untuk kepentingan militer pada masa itu. Setelah itu jalur kereta api yang semula hanya 27 kilometer pun diperpanjang hingga mencakup seluruh pulau Jawa. Dan kereta pun terus berkembang menjadi kereta listrik yang semakin lama semakin maju hingga hari ini.

Bersamaan dengan semakin macetnya Jakarta, maka kereta kini menjadi pilihan bagi para ekskutif di kawasan Sudirman-Kuningan-Tebet. Kereta telah berhasil shifting paradigm para ekskutif, menaikkan levelnya kini menjadi transportasi eksekutif yang nyaman. Naik kereta tidak lagi berkesan “gak keren”, melainkan menjadi sarana ngerumpi dengan teman di sepanjang perjalanan dan bahkan berkenalan dengan teman-teman baru yang baru naik di setiap stasiun kereta. Networking pun semakin luas. Belum lagi penghematan waktu besar-besaran dibandingkan membawa kendaraan sendiri. Bayangkan perjalanan pulang yang biasanya padat merayap dengan mobil, kini lancar tanpa hambatan dengan kereta. Seorang teman yang adalah eksekutif dari sebuah bank mengatakan bahwa naik kereta sudah menjadi bagian dari life style kantoran.

MRT saat ini memang sedang populer namun masih belum menjangkau banyak area di Jakarta apalagi remote area. Jadi, kereta tentulah masih menjadi primadona orang kantoran, terutama mereka yang tinggal di remote area seperti di Bekasi ataupun Tangerang dan Depok dan bekerja di CBD Jakarta.

 

Bagaimana dengan orang Jakarta yang ingin bekerja ke Bekasi? Paling mantap tentu dengan kereta juga. Mobil pribadi dapat diparkir di stasiun Gambir dan setelah itu melajulah dengan kereta. Daripada menghabiskan empat jam dari Gambir ke Bekasi karena macetnya, kebanyakan orang memilih naik kereta. Demikian pula sebaliknya. Jika ingin ke Depok, sehabis belanja di Mangga Dua sampai jam toko tutup misalnya, tidak perlu kuatir kemalaman sampai ke rumah karena kereta siap menghantar dengan cepat.

Membeli tiket kereta pun kini sangat mudah. Bisa dibeli online melalui berbagai aplikasi travel seperti Traveloka, Tiket.com dan lainnya maupun menggunakan aplikasi Rail Link. Metode pembayaran di aplikasi Rail Link ini pun sangat lengkap. Anda bisa memilih membayar menggunakan kartu kredit, transfer, online payment maupun virtual account. Mudah bukan? Bahkan bila ingin membeli tiket langsung di stasiun pun, bisa dibeli di mesin tiket mandiri.  Jadi, daripada buang waktu bermacet-macet dan berjerih lelah lebih baik naik kereta. Nyaman, bersih dan aman. Yuk, kita naik kereta api !

Vera Herlina/Journalist/VM

Editor: Emy Trimahanani

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here