Hadapi Pergeseran Budaya, Menteri PPN Tegaskan ASN Memiliki Nilai Integritas

0
213
Menteri PPN atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia- Nasional) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro sampaikan empat tuntutan masyarakat ke depan yang harus diatasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan teknologi.

Bambang Brodjonegoro mengatakan perubahan teknologi telah membawa perubahan pada gaya birokrasi yang sebelumnya manual menjadi electronic government (e-government). Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh gagap teknologi atau gaptek.

Hal ini diungkapkannya dihadapan 6.198 Calon Pegawai Negeri Sipil, Ia menekankan penerapan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kalau anak muda seperti Anda tidak boleh ada istilah gaptek, gaptek untuk generasi saya. Untuk generasi Anda tidak ada istilah gaptek, tidak mengerti bagaimana menggunakan teknologi. Semua harus melek teknologi harus paham apa perkembangan terakhir, jelasnya saat menjadi inspiring speaker pada acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan Jakarta, Rabu (25/7).

Tantangan pertama yang dimaksud adalah menerapkan smart government melalui optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan digitalisasi. Kedua, penerapan open goverment dimana output ASN dapat diketahui publik dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Ketiga, big data driven policy, dimana media sosial menjadi refleksi tuntutan publik kepada pemerintah. Melalui pemanfaatan big data, pemerintah dapat menangkap aspirasi masyarakat serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Terakhir adalah cultural shifting atau pergeseran budaya karena tuntutan zaman.

Bambang mengatakan posisikan Anda di sektor swasta, kalau Anda tidak memberikan yang terbaik, Anda bisa bangkrut, atau Anda bisa dipecat, artinya culture shifting menunjuk anda untuk selalu memberikan yang terbaik dalam berbagai hal, jelasnya.

Untuk itu, dirinya berpesan agar ASN dapat menjadi pribadi yang fleksibel, terbuka dan adaptif. Para ASN tidak perlu berlama-lama di kantor hanya untuk menunjukan seolah-olah pegawai rajin. Namun yang terpenting adalah dengan waktu terbatas, ASN dapat melakukan banyak hal yang berguna dan menghilangkan ego sektoral antar unit kerja serta memegang nilai integritas untuk menciptakan birokrasi yang bersih, birokrasi yang efisien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here