Harga Kopi di Pasar Dunia Sedang Turun Drastis, Karena Cuaca di Brasil

0
277

(Vibizmedia – Commodity) – Melihat pergerakan harga kopi yang diperdagangkan di pasar komoditi internasional periode pekan lalu yang berakhir hari Jumat (26/07), 5 hari berturut harga kopi turun terus hingga jatuh ke posisi harga terendah 1 bulan untuk kopi Arabika di bursa ICE New York sedangkan harga kopi Robusta di ICE London turun ke posisi terendah 2 bulan.

Harga kopi turun tajam minggu ini karena perkiraan cuaca di Brasil menunjukkan tidak adanya salju selama 6-10 hari ke depan, dimana pada bulan Juli salju kadang turun di beberapa kota. Cuaca salju akan membuat panen kopi terhambat dan persediaan berkurang yang dapat mengangkat harga.

Somar Meteorologia awal pekan lalu melaporkan curah hujan di Minas Gerais, daerah penanaman kopi terbesar di Brasil, hanya sekitar 1,1 mm dalam sepekan terakhir atau 29% dari rata-rata historis. Kondisi  cuaca kering di Brasil ini  mempercepat panen kopi. Hal ini terlihat dari laporan Cooxupe yang merupakan Koperasi Regional Petani Kopi di Brasil,  bahwa panen kopi Brasil selesai 75% pada 19 Juli, jauh di atas tingkat 56% tahun lalu periode yang sama.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu berjangka bulan September 2019 bursa New York  ditutup turun  90  poin atau 0.89% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $99.75 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak berjangka bulan September di London ditutup turun 14  poin atau  1,03% dari perdagangan sebelumnya ke posisi 1.344 per lb.

Secara fundamental harga kopi memiliki potensi kenaikan berdasarkan laporan ICO dan juga USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat). ICO melaporkan produksi kopi dunia (Oktober/Sep) pada 2018/19 akan naik  1,5% y/y ke rekor 167,747 juta tas dengan konsumsi global   2,0% y/y menjadi 164,636 juta kantong. Demikian juga surplus kopi dunia pada 2018/19 akan turun menjadi 3,11 juta kantong dari surplus 2017/18 yang sedikit lebih besar yaitu 3,836 juta kantong (ICO).

Kemudian USDA juga memproyeksikan produksi kopi 2018/19 global akan naik  7,1% y/y ke rekor 171,166 juta kantong dan stok akhir kopi global 2018/19 akan meningkat   11,6% ke level tertinggi 3 tahun 32,812 juta kantong.

Untuk perdagangan pekan ini, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dan robusta berpotensi rebound secara teknikal oleh aksi bargain hunting pasar dan juga didukung fundamental positif diatas.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here