Pemerintah Pindahkan Ibu Kota ke Luar Pulau Jawa, Kurangi Beban Jakarta dan Jawa

0
301
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers pemindahan Ibu Kota ke Provinsi Kalimantan. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Jakarta) Dalam keterangan persnya di Istana Negara, pada Senin (26/8), Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia merupakan sebuah gagasan yang telah lahir sejak lama, bahkan sejak era presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Menurutnya, sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya, ungkapnya.

Pemindahan ibu kota negara dipandang sebagai sesuatu yang sudah sangat mendesak. DKI Jakarta, kata Presiden, sudah menanggung banyak beban yang teramat berat.

Beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Juga (menanggung beban) bandara udara dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia, jelasnya.

Selain itu, Presiden juga memandang bahwa ibu kota baru negara sudah selayaknya berada di luar Pulau Jawa. Kepadatan penduduk Indonesia yang lebih dari separuhnya terpusat di Pulau Jawa juga menambah beban bagi Pulau Jawa.

Beban ini akan semakin berat bila ibu kota pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa, ungkap Presiden.

Hal itu juga ditambah dengan adanya kesenjangan ekonomi antara daerah-daerah di Pulau Jawa dengan di luar Jawa. Maka itu, dalam keterangannya, Presiden Jokowi memutuskan bahwa pihaknya akan segera membangun ibu kota baru dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur.

Pemilihan lokasi ibu kota baru tersebut dilandasi dengan kajian-kajian yang telah dilakukan pemerintah secara intensif selama tiga tahun belakangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here