Review Forex: Yuan China Ambruk ke Posisi Terendah Lawan Dolar AS

0
502

(Vibizmedia-Forex) – Mata uang China Yuan mencapai level terendah 11-tahun terhadap dolar AS setelah peningkatan tajam dalam tensi perang perdagangan AS-China yang menghancurkan kepercayaan investor dan menggelapkan prospek ekonomi global. Dipasar forex posisi dolar AS sedang bergerak kuat terhadap beberapa rival utamanya.

Uangnya Jepang-Yen, yang sering dibeli sebagai aset safe haven setelah  sempat naik ke posisi tertinggi terhadap dolar sejak Januari. Tetapi kenaikan itu terhapus karena importir Jepang menjual yen, yang tetap menguat terhadap mata uang lainnya, tanda berkurangnya selera aset risiko.

Di pasar darat Cina, yuan turun menjadi 7,1500 per dolar, terendah sejak Februari 2008. Di pasar lepas pantai, yuan merosot menjadi 7,1850 yuan, yang terlemah sejak perdagangan mata uang internasional dimulai pada 2010.

Lira Turki dan mata uang Asia  juga turun karena investor melarikan  uangnya ke aset  yang lebih aman. Lira Turki melemah sekitar 1% menjadi lebih dari 5,8 terhadap dolar  setelah sempat jatuh ke 6,47 dalam apa yang oleh pengamat pasar digambarkan sebagai “flash crash” ketika investor Jepang memotong aset berisiko.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya sedang menguat 0,32 persen dari penutupan sebelumnya ke posisi 97.96 setelah dibuka pada posisi  97.59 dan sempat mendaki ke posisi rendah pada 97.48.   Namun  patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun menjadi 1,4560%, terendah dalam lebih dari tiga tahun. Kurva imbal hasil terbalik karena imbal hasil utang 2 tahun turun menjadi 1,4568%.

Dolar Australia, proxy likuid untuk risiko, turun 0,3% menjadi $ 0,6735. Level sebelumnya $ 0,6690 berada dalam posisi terendah satu dekade terakhir $ 0,66775. Dolar Selandia Baru merosot ke $ 0,6342, level yang tidak terlihat sejak September 2015.

Terhadap yen, Aussie sempat jatuh ke 69,97 yen, terendah sejak April 2009, sebelum memangkas kerugian. Kiwi tergelincir ke 66,32 yen, terendah sejak November 2012.

Dolar AS memperoleh kekuatan dari berita  Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan China bersedia untuk menyelesaikan masalah perdagangan dengan AS melalui negosiasi.

Komentar Liu datang tiga hari setelah Presiden AS Trump mengumumkan bahwa AS akan menaikkan pungutan yang dikenakan atas $250 miliar barang Tiongkok dari 25% saat ini menjadi 30%, mulai dari 1 Oktober. Selanjutnya, sisa barang-barang Tiongkok senilai $300 miliar tersisa akan dikenakan pajak sebesar 15% mulai dari 1 September. Keputusan Presiden Trump untuk menaikkan tarif didahului oleh keputusan China untuk mengenakan tarif tambahan 10 persen atas ekspor AS senilai $75 miliar.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here