BEKUP: Membangun Startup di Tanah Air

0
494
Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H., Deputi Infrastruktur BEKUP (Foto: VIBIZMEDIA / Herwantoro)

(Vibizmedia – Economy & Business) Mengutip perkataan Presiden Jokowi pada acara peresmian Telkom Hub pada Kamis (1/11/18), jumlah startup di Indonesia masih sangat kurang. “Sampai saat ini baru ada 2.739 startup (di Indonesia). Masih kurang sekali, kecil sekali. Di Indonesia, kita masih punya empat unicorn. Baru empat, yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia”.  Jika melihat web startupranking.com maka jumlah startup Indonesia tercatat ada 2.146 dan Indonesia ada di ranking kelima di dunia. Ranking nomor satu adalah Amerika Serikat dengan jumlah startup mencapai 47.094.  Jadi jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, jumlah startup Indonesia tergolong masih sedikit. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia adalah lahan yang subur bagi para startup untuk berinovasi.

Saat ini fakultas ekonomi dan bisnis semakin banyak di Indonesia. Banyak mahasiswa, anak-anak muda ingin menjadi pengusaha tapi kebanyakan dari mereka bingung bagaimana memulainya.  Mereka punya ide, tenaga, modalpun mulai ditabung-tabung tapi apabila tanpa persiapan yang matang, maka semua itu tidak akan berhasil. Nah, kini ada BEKUP yang menolong kebingungan para pemilik ide dan calon pengusaha ini. BEKUP hadir untuk melakukan edukasi dan mentoring, menjadi suatu program pemagangan bagi para calon startup.

Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H., Deputi Infrastruktur BEKUP, yang merupakan bagian dari BEKRAF, mengungkapkan bahwa para calon pengusaha perlu dibekali dengan suatu metodologi yang tepat agar tidak salah langkah dalam tahapan-tahapan memulai usaha. BEKUP hadir justru untuk membekali, mementoring, memberikan dukungan untuk para calon pengusaha ini kelak dapat berhasil.

Metodologi yang dimaksud adalah “The Link Startup Methodology”dari Silicon Valley. Dalam metodologi ini , phase persiapan menjadi startup terbagi menjadi empat  tahapan yaitu:

  1. Customer Discovery
  2. Customer Validation
  3. Customer Creation
  4. Company Building

Pre-start up berada di phase pertama dan kedua, yaitu Customer Discovery dan Customer Validation.  Metodologi yang muncul di tahun 2000an ini diciptakan oleh Steve Blank dan Eric Ries, dimana metodologi ini menggunakan pendekatan problem solving yang mampu membuat para calon pengusaha melihat problem yang ada di market. Setelah problem tervalidasi maka dapat  dibuat produk yang menjadi solusi yang memang dibutuhkan oleh market sekarang ini. Dengan demikian, validasi produk di market menjadi sangat penting untuk melihat apakah produk dapat dikembangkan lebih jauh lagi. Menurut Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, mental para calon pengusaha ini juga harus disiapkan sebelum memasuki dunia usaha.

BEKUP yang saat ini sudah memiliki kerjasama dengan beberapa kampus besar di Indonesia, mempersiapkan para calon pengusaha dengan program  sebagai  berikut:

  1. Pre-incubation
  2. Mapping dan Program Design
  3. Talent Development
  4. Founder Preparation

Diharapkan melalui program BEKUP, kegagalan startup dapat diminimisasi. Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H. juga mengatakan tag line link startup ini adalah“if you have to fail, fail early”, artinya lebih baik untuk gagal di fase awal daripada ketika sudah ditengah. Dan walaupun berkali-kali gagal, namun banyak yang pada akhirnya berhasil. Orang seperti ini disebut sebagai Serial Entrepreneur. Kegagalan bukanlah berarti akhir segalanya. Sebagaimana Thomas Alfa Edison berkali-kali gagal dan akhirnya berhasil, demikianlah setiap orang dapat terus berusaha dan pasti kelak akan mendatangkan keberhasilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here