Menteri Syafruddin: SDM Kunci Menghadapi Era Globalisasi

0
531
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. FOTO: DOK. KEMENTERIAN PANRB

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah terus mendorong aparatur negara dapat memberikan pelayanan yang baik untuk meningkatkan kepuasan publik. Pelayanan yang baik, menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin tercermin dari sumber daya manusia (SDM) aparatur yang andal.

Syafruddin mengatakan pelayanan itu tergantung pada SDM andal, mumpuni, profesional kemudian akan mencerminkan pelayanan yang baik serta bisa memuaskan dan membahagiakan masyarakat, ungkapnya, di Jakarta, Selasa (27/08).

Untuk itu, sebagai upaya memberikan kebahagiaan kepada masyarakat, SDM perlu bekerja ekstra seperti berinovasi, melakukan gerakan, dan tersenyum dalam memberi pelayanan.

Syafruddin menegaskan bahwa SDM menjadi kunci dalam menghadapi era globalisasi. Era ini didukung oleh kecepatan di segala bidang. Kalau kita membuat diskresi atau keputusan dengan cepat tidak masalah, asal jangan merugikan masyarakat, jelasnya.

Saat ini, negara-negara maju seperti Uni Emirat Arab dan Korea Selatan sedang berlomba mempromosikan SDM terbarukan, dengan mencanangkan pembangunan SDM sebagai potensi global di era revolusi digital.

Yang masih menjadi tantangan proyeksi pembangunan SDM kedepannya, menurut Syafruddin di bidang kesehatan. Kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib diberikan oleh pemerintah daerah sebagai wujud kehadiran pemerintah.

Disamping itu, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Sundoyo mengatakan terdapat dua tantangan SDM di bidang kesehatan yang sedang dihadapi di Indonesia yakni penyebaran tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang tidak merata. Distribusi tenaga kesehatan masih belum banyak, beberapa rumah sakit belum memiliki dokter spesialis. Yang kedua, penyebaran fasilitas, terangnya.

Untuk mewujudkan SDM yang profesional, pihaknya fokus pada rekrutmen CPNS bagi tenaga pendidik dan kesehatan. Dirinya akan mengurangi tenaga administrasi, yang sebelumnya 38 persen jadi di bawah 20 persen. Kita perbanyak tenaga kesehatan dan pendidik, terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here