Harga Emas Dunia Kembali Terangkat Oleh Kekhawatiran Resesi

0
371

(Vibizmedia-Commodity) – Harga emas alami kenaikan masuki hari ke-2 pekan ini setelah pekan lalu anjlok cukup signifikan, terlihat dari penutupan perdagangan logam berjangka sesi Amerika Rabu dini hari (04/09) naik lebih dari 1%. Harga emas naik kembali karena kekhawatiran kemungkinan resesi global menyusul data ekonomi AS yang mengecewakan dan juga data PDB Jerman yang kontraksi.

Harga emas juga terangkat oleh anjloknya posisi dolar AS pasca penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta terpangkasnya keuntungan perdagangan di bursa saham Wall Street.

Harga emas spot naik 0,83% menjadi $ 1.543,11  per troy ounce, dan pagi ini terpantau spot emas berada di posisi  $1.547,92 per troy ounce. Demikian juga dengan harga emas berjangka AS kontrak bulan Desember melonjak 1,5% menjadi $ 1.552,4, pagi ini harga berada pada posisi $1.557,25.

Untuk harga emas batangan Antam pada tanggal 3 September 2019 di butik emas Logam Mulia terpantau naik ke posisi harga Rp 765.000 per gram, yang turun sebanyak Rp3000 dari perdagangan sebelumnya di Rp 768.000. Harga ini berpotensi akan naik kembali oleh penguatan emas spot.

Data ekonomi AS semalam yang membuat pasar memburu aset safe haven oleh kekhawatiran resesi yaitu laporan dari sebuah laporan  Institute for Supply Management hari ini menunjukkan aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. ISM mengatakan indeks  turun menjadi 49,1 pada Agustus setelah merosot ke 51,2 pada Juli, dengan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

Sementara itu, sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan pengeluaran konstruksi di AS naik tipis 0,1% ke tingkat tahunan $ 1,289 triliun pada Juli, setelah meluncur 0,7% ke tingkat Juni direvisi $ 1,288 triliun.

Di tempat lain, ekonomi Korea Selatan berkembang kurang dari yang diharapkan pada kuartal kedua, dengan ekspor melorot karena  perselisihan AS-China menurut laporan bank sentral Korea. Data ekonomi kedua negara ini cukup memberikan kekhawatiran pasar akan permintaan minyak global.

Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, harga emas LLG diperkirakan akan lanjut naik ke posisi resisten 1553.77 – 1558.42.  Namun jika bergerak sebaliknya akan turun menuju posisi support 1526.35 – 1522.24.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here