Presiden Jokowi: Keberhasilan Negara, Ditentukan Penerimaan Masyarakat Terhadap Kemajemukan

0
507
Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Forum Titik Temu “Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan" di Makara Ballroom Hotel Double Tree Hilton, Cikini, Jakarta. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|RULLY

(Vibizmedia-Jakarta) Dihadapan para tokoh lintas agama, Presiden Joko Widodo mengatakan keberhasilan sebuah negara atau daerah, ditentukan dengan masyarakat menerima kemajemukan. Semakin menerima, negara semakin diminati dan dikunjungi.

Menurutnya, keberhasilan sebuah masyarakat ditentukan melalui derajat penerimaan masyarakat tersebut terhadap kemajemukan.

Semakin masyarakat menerima kemajemukan, lanjutnya, maka akan semakin diminati, semakin dikunjungi, didatangi, mendongkrak kesejahteraan di daerah atau negara itu, tegas Jokowi dalam peresmian pembukaan Forum Titik Temu “Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan” di Makara Ballroom Hotel Double Tree Hilton, Cikini, Jakarta, pada Rabu (18/9).

Sebagai negara yang majemuk, sekalipun
berbeda-beda tapi tetap bersatu. Dari sabang hingga merauke memiliki perbedaan yang beragam.

Presiden sampaikan Indonesia adalah negara majemuk yang sejak awal berdirinya, bangsa kita adalah bangsa bhineka, beda suku bangsa budaya tapi Indonesia yang tunggal ika, bersatu dalam perbedaan, jelas Presiden.

Untuk itu, saat ini pemerintah sedang mempercepat kemajuan bangsa dengan cara mengelola perbedaan. Salah satunya adalah mampu mengelola orang asing untuk bekerja sama.

Dalam kesempatan tersebut, Ia pun mengajak tokoh lintas agama dan masyarakat untuk tidak anti terhadap pihak asing.

Baginya, kita mampu mengelola orang asing yang ingin bekerja sama dengan kita, dengan catatan menguntungkan bangsa kita. Jangan apa-apa, belum-belum sudah antek asing, antek aseng, itu namanya emosi keagamaan, tegas Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here