Faktor Cuaca Membuat Harga Gula Naik Kembali

0
347

(Vibiznews – Commodity) – Faktor Cuaca sangat berpengaruh terhadap produksi produk – produk pertanian. Karena faktor cuaca yang tidak menentu, kekeringan berlangsung dan curah hujan yang kurang menyebabkan tanaman menjadi rusak dan hasil panen berkurang.

Kekeringan dan cuaca panas berlangsung di Brazil, di Thailand, di India demikian juga di Rusia sampai Eropa Timur kering dan panas membuat tanaman beet juga tidak dapat bertumbuh dengan normal.

Harga gula mixed pada penutupan pasar akhir minggu, harga gula di New York tidak berubah dan harga gula putih meningkat di London.

Harga gula Maret di ICE New York tidak berubah di $12.41 per pound dan harga gula putih Desember di London ditutup naik 0.21%.

Harga gula naik berbalik dari kerugian hari Jumat, harga gula New York rebound dari 2.5 minggu terendah dan ditutup tidak berubah, karena kurs real Brazil menguat terhadap dolar sehingga harga gula berhenti turun dan kembali naik sampai tidak berubah.

Kurs real naik 0.32% hari Jumat terhadap dolar sehingga mengkhawatirkan para exporter karena harganya lebih mahal dengan uang asing.

Faktor kenaikan harga berikut adalah Laporan dari Unica bahwa 35.1 MMT gula digiling selama minggu kedua September dibawah perkiraan sebesar 36.2 MMT. Laporan Unica juga bahwa produksi gula di Brazil tengah dan selatan turun di bulan September sebesar 2.4% dari tahun lalu menjadi 21.8 MMT. Unica  meningkatkan perkiraan produksi etanol sehingga produksi gula berkurang 5.7% ke terendah 14 tahun menjadi 25 MMT.

Di Thailand kekeringan sehingga 2/3 daerah perkebunan tebu curah hujannya hanya 40%.  Thailand adalah produsen gula terbesar ke empat dunia.

Produksi gula dunia 2019/20 (Apr/Mar) diperkirakan turun 2.3% dari tahun lalu menjadi 172 MMT, setelah naik  0.6% dari tahun lalu mencapai rekor 185.2 MMT di 2018/19. Neraca gula dunia akan berubah di 2019/20 menjadi deficit 4.8 MMT dari 1.7 MMT surplus di 2018/19.

Produksi gula Brazil 2019/2020 akan naik 17.4%  dari tahun lalu menjadi 34.1 MMT, setelah produksi 2018/19 (Apr/Mar) turun 17.2 % dari tahun lalu ke sebelas tahun terendah menjadi 31.4 MMT. Brazil produsen gula terbesar dunia.

Produksi gula India di 2019/20 akan turun 15% dari tahun lalu menjadi terendah 3 tahun di 28MT karena kekeringan dan tertundanya musim monsoon. India adalah produsen gula terbesar ke dua di dunia.

Di Eropa panen gula beet berkurang karena cuaca yang panas dan kering di  Rusia sampai Eropa Timur  membuat tanaman beet rusak.

http://vibiznews.com/2019/10/14/harga-gula-tidak-berubah-di-akhir-pekan/

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here