Harga Minyak Sawit Naik, Permintaan Biodiesel Meningkat

0
186

(Vibizmedia – Commodity) – Dua negara produsen minyak sawit yang terbesar di dunia Indonesia  dan Malaysia merupakan 87%  supplier minyak sawit global membuat pasar duopoly dalam hampir semua pergerakan minyak nabati.

Indonesia produksi 33 juta ton perbulan  sementara Malaysia produksi 19.5 juta ton. Produsen lainnya Thailand, Columbia dan Nigeria.

Minyak sawit memberikan kontribusi seperlima dari produksi minyak dunia, dan minyak sawit merupakan minyak nabati yang dipilih di pasar sehingga menjadi hal yang penting dalam industri.

Salah satu faktor kenaikan harga minyak sawit karena  pemerintah Indonesia dan Malaysia menetapkan penggunaan dari B20 di Malaysia dan B30 di Indonesia pada tahun depan sehingga permintaan biofuel dari Indonesia dan Malaysia akan meningkat, akibatnya konsumsi  minyak sawit akan naik 1.3 juta ton dan menjadi 10 juta ton per tahun sehingga mengurangi kerugian ke dua negara akibat pembatasan ekspor minyak sawit Uni Eropa.

Malaysia sedang mengatur praktek penggunaan B20, yang akan meningkatkan permintaan dalam negeri menjadi 500,000 ton per tahun.

Sedangkan Indonesia mempraktekkan program B30 pada awal Januari 2020 untuk meningkatkan konsumsi domestik dan mengurangi impor minyak mentah. Pergerakan ini akan membuat total produksi biodiesel delapan juta tahun depan. Jakarta sekarang sudah memakai B20 dan berusaha untuk B50 pada tahun 2021.

Harga Minyak Sawit Naik Kenaikan Permintaan Biodiesel

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here