Para Petani dan Pengusaha Sawit Sudah Bisa Tersenyum

0
228

(Vibizmedia – Commodity) –  Para investor minyak sawit senang karena beberapa minggu terakhir terjadi rally kenaikan harga minyak sawit rebound dari harga terendahnya selama ini.

Pada kuartal terakhir 2019 harga minyak sawit rata-rata 2,350 ringgit ($564) per ton dan 2,400 ringgit pada kuartal pertama tahun depan, sesuai dengan perkiraan Bloomberg dari survey 11 trader, analyst dan ahli pertanian. Harga di kuartal ke empat 2019 dan kuartal pertama 2020 naik 10% dari rata-rata 2019.

Setelah turun ke  terendah empat tahun pada bulan Juli harga minyak sawit berjangka pada bulan lalu memasuki pasar bullish dan sekarang sudah naik 30% di atas harga terendah tahun ini. Faktor penyebab berbaliknya harga minyak sawit karena peningkatan permintaan biodiesel di Indonesia dan peningkatan pembelian dari Cina.

Harga minyak sawit Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik  68 ringgit (2.76%) menjadi 2,529 ringgit ($607.49) per ton, harga tertinggi 20 bulan.

Penerapan B30 di tahun 2020 di Indonesia diperkirakan akan mengkonsumsi 8.4 juta ton biodiesel pada tahun 2020 dibanding 5.7 juta ton pada tahun 2019.  Konsumsi 8.4 juta ton adalah sebesar 18.5% dari dari perkiraan produksi minyak dunia sebesar 45.4  juta ton di tahun 2020.

Malaysia memperkirakan akan menggunakan B20 pada akhir 2020, sesuai budget 2020. Dampakya akan terasa pada tahun 2021. Pemakaian B20 akan membuat konsumsi minyak sawit naik 1.3 juta ton secara total naik 6.5% dari produksi Malaysia sebesar 20 juta ton di 2020.

Faktor yang menaikkan harga CPO adalah persediaan di bulan Oktober lebih rendah dari September menjadi 2.45 juta ton.

Harga Minyak Sawit Naik ke Tertinggi 20 Bulan

 

 

 

Loni T / Analyst Vibiz  Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here