Menristek: Akan muncul Dua Unicorn Baru Indonesia di Awal 2020

0
168
Menristek Bambang Brojo

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyampaikan, rasa optimisnya Indonesia mampu melahirkan 2 startup Unicorn baru pada awal tahun mendatang.

Penambahan 2 startup unicorn tersebut akan melengkapi 5 startup unicorn yang telah ada saat ini, yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Bahkan salah satu diantaranya, yakni ojek memiliki nilai valuasi di atas USD 10 miliar dan berstatus sebagai decacorn.

“Melihat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia naik signifikan, saya optimis ekonomi digital Indonesia semakin baik. Ekonomi digital kita ini perubahannya luar biasa pesat. Saat ini officially unicorn-nya 5, berpotensi nambah 2 lagi, akhir tahun ini. Jadi mudah-mudahan memasuki tahun baru 2020 nanti, unicorn kita bisa 7,” ujar Menteri Bambang, seperti dikutif dalam rilis Kemenristek/BRIN Jakarta, Kamis (7/11).

Bambang menjelaskan, dengan memiliki 5 startup unicorn Indonesia telah masuk menjadi negara dengan startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masuk menjadi 10 negara dengan startup unicorn terbanyak di Dunia. “Dengan 5 saja kita sudah menjadi negara dengan unicorn terbanyak di Asia Tenggara dan masuk top 10 di dunia. Jadi kalau 7, barangkali ranking di dunia juga naik,” jelasnya.

Fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal di dalam dunia usaha. Teknologi digital hendaknya dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industri, sehingga melahirkan business process baru berbasis digital untuk menghasilkan produk berkualitas, serta mencapai produktivitas yang tinggi. Tantangan bagi setiap Pemimpin Perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik di level manajerial maupun operasional untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital maupun teknologi maju lainnya.

Menteri Bambang mengungkapkan, perusahaan saat ini dituntut berubah melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia berharap inovasi yang dihasilkan memberikan dampak yang lebih besar ke masyarakat, dan pembangunan bangsa, dalam mendukung terciptanya iklim usaha, kerja dan inovasi yang kondusif di Indonesia.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi awarding ini dengan Tema Business Transformation for Excellence Performance, yang diikuti oleh puluhan perusahaan BUMN dan swasta. Karena program seperti ini dapat mendorong dan memotivasi perusahaan di Indonesia yang berpartisipasi pada penghargaan ini, dan juga yang belum berpartisipasi, untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menjalankan businessnya”, ucapnya.

CEO Indonesia BusinessNews Award (IBA) 2019 Irnanda Laksanawan mengatakan, penyelenggaraan IBA merupakan respons atas perubahan lanskap bisnis di tingkat global. Khususnya disebabkan disruption technology yang kemudian mendorong disruption economy.

Ia menyebut ada enam kategori penghargaan dalam IBA 2019. Yaitu the Best Vision and Mission, the Best Growth Strategy, the Best Human Capital, the Best Innovation and Business Transformation, the Best Corporate Performance dan the Best CEO. Sebanyak 37 perusahaan, satu kementerian dan satu lembaga pemerintah mendapat penghargaan ajang IBA 2019.

Herwantoro/Journalist/ VM
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here