Majukan Warung Tradisional dengan Layanan Logistik Digital, GrabKios Gandeng Porter

0
327
Ilustrasi Grabkios (Foto: PR Newswire)

(Vibizmedia – Nasional) Perusahaan startup penyedia aplikasi digital untuk UMKM, Kudo, resmi bertransformasi menjadi GrabKios pada 7 November 2019 – bertepatan dengan Hari Warung Nasional, bertempat di Gedung SMESCO Indonesia.

Rebranding ini akan meningkatkan layanan perusahaan dengan jaringan mitra terbesar di Indonesia menjadi sebuah Warung Digital Serba Bisa – yang melayani pembayaran pulsa dan tagihan, menabung emas, hingga pengiriman paket.

Bertepatan dengan ini, Grabkios mengumumkan kolaborasi strategis dengan partner logistik mereka, Porter. Porter adalah sebuah perusahaan logistik digital pertama di Indonesia yang turut berpartisipasi dalam memajukan warung tradisional. Dengan menggandeng Porter, warung-warung GrabKios kini dapat menerima paket untuk pengiriman kemana saja se-Indonesia dan mendapatkan komisi hingga 25% untuk setiap transaksi.

Porter memiliki beberapa keunggulan antara lain:

  • booking berbagai layanan pengiriman paket yang mudah lewat aplikasi,
  • waktu pengambilan barang yang fleksibel dan gratis,
  • asuransi pengiriman barang.

Nacitta Kanyandara selaku Head of Commercial and Business Expansion GrabKios mengatakan: “Memiliki Porter sebagai partner Grabkios tidak hanya membantu memajukan warung tradisional di Indonesia, namun juga memajukan perekonomian Indonesia dimulai dari UMKM. Kedepannya kami berharap warung tidak hanya mengirimkan, tetapi juga dapat menerima barang. Sehingga pemilik warung dapat mendapatkan penghasilan tambahan dari Porter.”

Porter meluncurkan program Agen Porter di pertengahan tahun 2019 sebagai bentuk kemitraan dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dimana lisensi keagenan sama sekali tidak dipungut biaya. Porter mengajak pemilik usaha untuk mendaftar dengan cara mengunduh aplikasi Agen Porter di Google Playstore sehingga pemilik usaha bisa menerima dan mengirimkan paket melalui aplikasi Agen Porter – membuat proses pengiriman barang menjadi terdigitalisasi dan lebih mudah.

Menurut data Badan Pusat Statistik di tahun 2017, Kementrian Koperasi dan UKM menyatakan bahwa usaha mikro termasuk warung tradisional telah menyumbang 46% terhadap PDB ekonomi Indonesia. Kini GrabKios dan Porter membantu memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan merangkul lebih dari 10,000 agen di Indonesia dengan jumlah yang terus bertambah setiap harinya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here