Permintaan dan Penawaran Karet

0
133

(Vibizmedia – Commodity) – Pasar karet alam semakin sulit dengan produksi yang sedikit sedangkan permintaan dari Cina terus berkurang, harga di bursa TOCOM yang sebagai panduan hargapun mengalami penurunan karena profit taking berlanjut dari hari Jumat
Dari sisi produksi dari Tiga Negara Produsen terbesar:

Tiga negara produsen karet terbesar dunia Thailand, Indonesia  dan Malaysia memperkirakan produksi akan turun 800,000 mt tahun ini, tiga negara ini disebut the International Tripartie Rubber Council (ITRC) dalam laporannya hari Rabu.

Perkiraan produksi terendah karena wabah jamur yang menyerang tanaman di ke tiga negara Asia Tenggara tersebut dimana negara-negara itu menghasilkan 70% dari total produksi karet dunia.

Ketiga negara tersebut telah menurunkan ekspor menjadi 441,648 mt sejak 1 April, lebih besar dari target 240,000 mt sehingga tidak ada persediaan yang tertinggal.

Ekspor dari ke tiga negara tersebut turun 492,000 mt dari Januari – Juni 2010 dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Wabah jamur melanda 382,000 ha (943,940 acres) area perkebunan di Indonesia sampai 1 Oktober,  juga di peninsular Malaysia yang terkena sebesar 2,135 ha  sehingga pohon-pohon menjadi gundul daunnya berguguran sebesar 50% sampai 90% dari Nopember 2017 sampai September 2019.

Di Thailand yang terkena wabah 50,000 ha perkebunan karet yang berada di perbatasan Malaysia.

Harga karet yang rendah lima atau enam tahun tidak memberikan keuntungan, penggunaan pupuk membuat pohon tidak sehat dan terkena wabah.

Thailand berusaha untuk mengatasi wabah jamur dengan bantuan dari International Rubber Research Development Board dan organisasi lain, sedang Malaysia melakukan training dan control untuk mengatasi wabah jamur dengan fungicide.

Di Indonesia, asosiasi karet Gapkindo melihat penurunan 540,000 mt ekspor tahun ini karena wabah.

Harga sedang dalam tekanan dan tidak ekonomis, petani tidak senang menyadap karet bahkan motivasinya hilang.

Ekspor Indonesia sebesar 2.95 juta mt karet alam di 2018, dengan produksi sebesar 3.76 juta mt.

Dari sisi permintaan dari Cina:
Harga karet spot dipasar spot di Jiangsu turun. Pabrik ban beroperasi stabil, dengan kapasitas operasinya 70 %. Permintaan ban karet terhenti sehingga mempengaruhi penjualan karet. Cina mengimpor 500,000 ton karet alam dan karet sintesis ( termasuk latex) di bulan Oktober, penurunan 8.42% dari bulan lalu menjadi 546,000 ton. Total impor Januari sampai Oktoer sebesar 5.213 juta ton turun 8.01% dari tahun lalu.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here