Ciptakan SDM Kompeten, Pemerintah Link & Match SMK dengan Industri

0
145
Ilustrasi tenaga kerja Indonesia. FOTO: VIBIZMEDIA/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Untuk memudahkan investasi masuk, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa pihaknya akan menyederhanakan aturan-aturan terkait investasi, sehingga industri dapat tumbuh berkembang dan berdaya saing global.

Salah satunya adalah menarik investasi dari perusahaan-perusahaan skala global, yang menjadi program prioritas Kementerian Perindustrian. Dengan langkah tersebut pihaknya, dapat mendongkrak kapasitas produksi sekaligus memperkuat struktur manufaktur nasional.

Selain itu, pemerintah juga bertekad untuk menciptakan lapangan kerja lebih banyak lagi, serta terus gencar menarik investasi sektor industri padat karya.

Sejalan dengan tekad pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, pemerintah turut aktif menggenjot pertumbuhan di sektor industri yang berorientasi ekspor dan menghasilkan produk substitusi lebih banyak yang dapat mengurangi defisit neraca perdagangan jelas Agus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Minggu (17/11).

Pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap upaya memacu nilai investasi khususnya dari sektor manufaktur. Sebab, aktivitas industrialisasi dinilai dapat membawa efek berganda yang luas terhadap perekonomian nasional, antara lain peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Tiga penyumbang terbesar Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor manufaktur pada periode Januari – September 2019 adalah industri makanan dengan nilai investasi hingga Rp26,4 triliun (1.649 proyek), kemudian disusul industri logam, mesin dan elektronik serta industri instrumen kedokteran, presisi, optik dan jam yang menyentuh angka Rp 7,6 triliun (656 proyek).

Agus optimistis, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi khususnya bagi sektor industri manufaktur. Potensi ini lantaran didukung dengan ketersediaan pasar yang besar dan bahan baku yang melimpah.

Sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Jokowi pada putaran kedua menciptakan SDM kompeten yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini, Kemenperin semakin gencar menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi antara lain pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri serta pelatihan Diklat 3in1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here