Wirausaha Sosial, Tren Bisnis Anak Muda

0
171
Wirausaha Sosial, Tren Bisnis Anak Muda (Foto: VOA Indonesia)

Dulu, orang hanya menghitung berapa laba diperoleh ketika mendirikan sebuah usaha. Kini, hitungan itu ditambah dengan seberapa besar kelompok masyarakat tertentu akan menerima dampak positifnya.

Salah satu kisah sukses ada di Pringsewu, Lampung, dimana terdapat banyak pusat industri kecil pembuatan keset atau alas pembersih kaki, terutama dari kain perca. Usaha kecil dan menengah itu mempekerjakan karyawan dan memproduksi puluhan ribu keset setiap bulan dan dikirim ke berbagai daerah di tanah air.

Di Pringsewu inilah Ani Lailia, mahasiswa Universitas Lampung Angkatan 2013, lahir dan besar. Di sekitar rumahnya, Ani melihat ada banyak ibu rumah tangga yang tak memiliki kesibukan lain selain mengerjakan tugas domestiknya. Kondisi itu memberinya ide untuk memberdayakan para perempuan itu. Ani kemudian membuat skema kerja sama di manadia menyediakan bahan baku, dan ibu rumah tangga mengisi waktu luang dengan kegiatan ekonomi produktif. Lahirlah usaha bisnis sosial produksi keset bernama Sumringah.

Awalnya, Sumringah menerapkan sistem kerja berdasar upah, tetapi ternyata tidak efektif. Lalu, Ani mencoba sistem kemitraan. Ternyata sistem kemitraan lebih efektif dari segi keuangan dan lebih optimal.

“Mitra kami ibu rumah tangga semua. Mereka juga memiliki kegiatan masing-masing. Makanya peluang ini ada untuk ibu-ibu,” papar Ani.

Sejak berdiri pada Maret 2017, produk keset Sumringah telah menyebar ke seluruh Indonesia melalui penjualan online. Ada 45 perempuan tergabung dalam Sumringah, dengan produksi sekitar 1.200 lembar keset setiap bulan.

Kualitas produk ditentukan oleh Sumringah. Mitra yang kualitasnya belum bagus, masuk ke program perbaikan. Sumringah juga menyediakan layanan pelatihan bagi ibu rumah tangga yang ingin bergabung memproduksi keset bersama mereka.

Sumringah memberi kesempatan kepada ibu-ibu untuk menambah penghasilan dengan menjadi mitra perajin keset Sumringah. (Foto: Ani Lailia)

Bisnis Sosial Makin Berkembang

Sumringah adalah salah satu pemenang kompetisi Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2019. Kompetisi, yang berlangsung dari Mei-14 November 2019, merupakan ajang inkubasi sociopreneur yang dilaksanakan Youth Studies Centre (YouSure) dan Student Research and Creative Corner (SRCC). Keduanya adalah lembaga dari Fisipol UGM Yogyakarta.

Sociopreneur atau pebisnis sosial, menghitung seberapa besar lingkungan menerima manfaat dari bisnis yang dijalankannya. Karena itulah, skema usahanya menempatkan kelompok tertentu sebagai pelaku penting dalam usaha. Bisnis tersebut tidak hanya digerakkan oleh pemiliknya, tetapi menjadi milik bersama.

“Soprema menekankan pada inovasi dan dampak sosial. Sehingga tidak hanya sekedar inovasi, tapi bagaimana dampak sosial yang muncul dan punya kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan,” kata ketua penyelenggara Soprema 2019, Hempri Suyatna.

Selain Sumringah, pemenang Soprema 2019 lainnya adalah Tenoon di Makassar dan Sahabat Care di Palu.

Sumber: www.voaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here