Aspek Promotif dan Preventif, Prioritas Pemerintah di Bidang Kesehatan

0
526
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat terbatas membahas program kesehatan nasional, di Kantor Presiden, pada Kamis (21/11). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden Joko Widodo meminta Menteri Kesehatan lakukan pembaruan yang inovatif dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat.

Untuk itu, prioritas kerja pemerintah di bidang kesehatan akan diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif di samping peningkatan akses pada pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam kaitannya dengan jaminan kesehatan bagi masyarakat, Presiden juga kembali memberikan penegasan agar tata kelola BPJS Kesehatan terus dibenahi dan diperbaiki untuk mengatasi persoalan defisit yang saat ini terjadi.

Untuk diketahui, jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar merupakan yang berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh anggaran APBN.

Data BPJS Kesehatan per 31 Oktober 2019 menyebut bahwa terdapat 96.055.779 peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh APBN.

Jumlah tersebut belum termasuk jumlah peserta dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai anggaran APBD yang mencapai 37.887.281 peserta berdasarkan data yang sama.

“Perlu juga saya sampaikan hingga 2018 pemerintah telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp 115 triliun. Belum lagi iuran yang disubsidi oleh pemerintah daerah itu 37 juta (jiwa) dan TNI-Polri 17 juta. Artinya yang sudah disubsidi oleh pemerintah itu sekitar 150 juta jiwa,” jelas Presiden dalam rapat terbatas membahas program kesehatan nasional, pada Kamis (21/11).

Dengan kata lain, lebih dari 60 persen dari total kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencapai 222.278.708 (per 31 Oktober 2019) ditanggung oleh negara.

“Saya minta betul-betul manajemen tata kelola di BPJS terus dibenahi dan diperbaiki,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here