Presiden Jokowi Hadiri KTT Kemitraan ASEAN-Republik Korea

0
275
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara bertolak menuju Busan, Korea Selatan, Sabtu (23) siang (Foto: Humas Setpres)

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan terbatas bertolak menuju Busan, Korea Selatan, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (23/11) siang. Presiden dijadwalkan akan menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Republic of Korea (RoK). KTT kali ini akan memperingati 30 tahun kemitraan ASEAN dan RoK dan mengusung tema “Kemitraan bagi Perdamaian, Kesejahteraan bagi Semua.”

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono sebagaimana dikutip Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden dalam siaran persnya mengatakan, dalam KTT ini Presiden akan membahas kerjasama ASEAN-RoK untuk 30 tahun mendatang, termasuk kerjasama konektivitas dan upaya menjaga stabilitas kawasan.

Presiden dan rombongan tiba di Bandar Udara (Bandara) Gimhae Air Force Base, Busan, Republik Korea, pada pukul 20.43 waktu setempat. Penyambutan resmi dilakukan oleh Menteri Luar Negeri ROK Lee Taeho, Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk ROK Umar Hadi, Atase Pertahanan RI untuk ROK Kolonel Imam Subekti.

Sesuai agenda, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menghadiri 3 sesi pada KTT Peringatan tersebut yang terdiri dari Sesi I. ASEAN-ROK 3 and 30; Sesi II. Enhancing Connectivity towards Prosperity; dan Lunch Retreat: Special Session on the Korean Peninsula Issues.

Sebagai informasi, kemitraan ASEAN dan Republik Korea pertama kali dibentuk pada bulan November 1989. Selama 30 tahun kemitraan tersebut berbagai capaian telah diraih antara lain melalui terbentuknya ASEAN-ROK Free Trade Area tahun 2005 yang menguatkan perdagangan dan investasi kedua belah pihak.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kali ini di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here