Pemerintah Tambahkan Destinasi Baru Untuk Penambahan Devisa

0
68
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara pembukaan Kompas 100 CEO Forum yang digelar di Grand Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/11). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Jakarta) Pemerintah terus berupaya untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan yang telah berlangsung cukup lama, salah satunya melalui pengembangan destinasi wisata baru.

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah fokus kembangkan 5 destinasi baru pada 2 tahun pertama ini.

“Sudah. Pekerja kita sekarang tidak usah terlalu ke mana-mana, 5 itu dulu. Lima selesai, nanti fokus lagi ke lima berikutnya,” ungkap Presiden saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Kompas 100 CEO Forum yang digelar di Grand Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/11).

Kelima destinasi wisata baru tersebut yaitu Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, dan Manado.

Menurut Presiden, setiap destinasi wisata tersebut sudah diatur untuk segmentasi wisatawan yang berbeda-beda. “Sudah kita atur semuanya mana yang super premium, mana yang medium ke bawah, mana yang untuk wisata ramai-ramai, mana yang wisata khusus, semuanya sekarang ini sudah,” ungkapnya,

Ia berharap, pada akhir tahun 2020 semua infrastruktur pendukung, calendar of event, hingga perbaikan produk-produk ekonomi kreatif yang mendukung destinasi wisata tersebut bisa diselesaikan.
Presiden sampaikan untuk Borobudur, pada Maret 2020 nanti Bandara Internasional Yogyakarta diharapkan akan selesai 100 persen.

“Dari situ nanti akan langsung ada jalan baru menuju ke Borobudur yang lebih dekat sehingga turis gampang menuju ke Borobudur. Lingkaran di sekitar Borobudur juga jalannya akan dilebarkan dan diperbaiki dalam rangka mendukung itu, termasuk juga penyiapan lahan yang dikhususkan untuk mendukung Borobudur sebagai sebuah tempat wisata yang memang wajib untuk dikunjungi oleh turis-turis dari luar,” jelasnya.

Sementara untuk Labuan Bajo, Presiden menyampaikan bahwa destinasi wisata ini akan dirancang sebagai destinasi super premium. Presiden mewanti-wanti jajarannya agar jangan sampai destinasi wisata super premium bercampur aduk dengan yang menengah bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here