Presiden Jokowi : Indonesia Jauh Lebih Baik Dari Negara Lain

0
116
Pembukaan Kompas 100 CEO Forum (Foto:Maruli/VBN)

(Vibizmedia – Nasional) Hari ini (28/11/2019) di Ritz Carlton Jakarta Presiden Jokowi membuka acara Kompas 100 CEO Forum 2019 yang mengangkat tema “CEO Envisions to Win The Digital Disruption”.

Tema tersebut diangkat berkaitan dengan pembahasan strategis seputar industri yang berkembang di Indonesia, yang saat ini hangat diperbincangkan. Pembahasan strategis ini dilakukan sebagai peluang juga membahas tantangan yang akan dihadapi oleh pemerintah dan swasta.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi tidak menyinggung tentang Digital Disruption, namun menyampaikan bahwa tahun 2020 Indonesia menghadapi tantangan yang besar karena kondisi ekonomi global yang melesu. Indonesia menurut Presiden Jokowi dalam kondisi lebih baik bila dibandingkan negara-negara lain, terutama dalam pertumbuhan ekonomi, Presiden menyatakan dalam G20, Indonesia berada dalam urutan ketiga sesudah India dan Cina. Presiden mengharapkan peran swasta, karena pengaruh APBN hanya 14%, sedangkan 86% berada pada sektor swasta termasuk BUMN. Peran APBN dalam hal ini adalah stimulasi dari bergeraknya ekonomi.

Untuk pertumbuhan ekonomi mendatang, Presiden mengingatkan lima prioritas pemerintah. Pertama, pembangunan SDM, ini akan menjadi prioritas utama dalam membangun SDM yang pekerja keras dan dinamis. Membangun SDM yang   terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, dan yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, segala bentuk kendala regulasi akan disederhanakan, yang saat ini dikenal dengan omnibus law. Keempat, penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang   panjang harus dipotong. Eselonisasi juga akan disederhanakan.

Pada akhirnya. yang kelima adalah transformasi ekonomi, bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sekarang ini juga dikenal dengan dorongan pemerintah kepada industri untuk melakukan hilirisasi produk.

Hadir dalam acara tersebut, para CEO berbagai perusahaan juga beberapa Menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here