Review Bulanan Minyak Sawit Dampaknya Bagi Indonesia

0
51

(Vibizmedia – Commodity) -Indonesia adalah negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, dan pencanangan Presiden Jokowi untuk menggunakan minyak sawit untuk biodiesel B20 di tahun 2019 dan B30 di tahun 2020, memberikan dampak yang besar bagi kenaikan harga minyak sawit dunia dan bagi negara produsen lainnya.

Dua negara produsen minyak sawit yang terbesar di dunia Indonesia dan Malaysia merupakan 87% supplier minyak sawit global membuat pasar duopoly dalam hampir semua pergerakan minyak nabati.

Indonesia produksi 33 juta ton perbulan sementara Malaysia produksi 19.5 juta ton. Produsen lainnya Thailand, Columbia dan Nigeria.

Minyak sawit memberikan kontribusi seperlima dari produksi minyak dunia, dan minyak sawit merupakan minyak nabati yang dipilih di pasar sehingga menjadi hal yang penting dalam industri.

Pemerintah Indonesia adalah negara yang menggerakkan penggunaan biodiesel, sehingga permintaan biodiesel meningkat di negara-negara sekitar.

Pada review bulanan di bawah ini maka dapat dilihat kenaikan harga minyak sawit sampai ke harga tertinggi dua tahun pada 5 minggu terakhir ini.

Harga  minyak sawit selama 5 minggu terakhir mengalami kenaikan dimulai dari akhir Oktober sampai di akhir Nopember trennya terus naik  sampai ke tertinggi  dua tahun di RM 2,760 pada hari Senin 25/11/19.

Selama dua tahun terakhir sebenarnya harga minyak sawit mengalami penurunan dan mencapai  terendah di bulan Juli 2019 di RM1.937 perton terendah sejak Agustus 2015, dimulai di akhir Oktober  tren harga minyak sawit mengalami kenaikan. Kenaikan harga di bulan Nopember terjadi  sebesar 42% dari terendah di bulan Juli.

Monthly Review Palm Oil November 2019 : “Up To Two Years High”

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here