Ketidakpastian Ekonomi Global 2019-2020: Mau ke Mana?

0
133

(Vibizmedia – Economy & Business) Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ke dua 2019 mencapai 5.06%, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini 5% dan tahun 2020 5.1%

Salah satu ancaman pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 adalah ketidakpastian ekonomi global.

Risiko global yang harus diwaspadai:

  • Perang Dagang AS-China
  • Ancaman Resesi Ekonomi
  • Penurunan Manufaktur & Investasi
  • Tensi Geopolitik

Risiko global ini menjadi tekanan bagi pertumbuhan ekspor Indonesia yang merupakan penyumbang pertumbuhan PDB setelah konsumsi rumah tangga dan investasi.

Ancaman ketidakpastian global ini relative merata di berbagai wilayah dunia mulai dari Eropa hingga Asia.

Untuk wilayah Eropa bisa kita lihat:

Inggris:

  • Mitigasi Non Deal Brexit, Pemerintah Inggris memperkuat peringatannya tentang Brexit no-deal, yang akan memberikan pukulan besar bagi ekonomi saat rencana Perdana Menteri Theresa May ditentang oleh banyak anggota parlemen.
  • Proyeksi defisit anggaran akan terus melebar. Defisit anggaran Inggris Juli 2019 mencapai GBP 16 miliar, melonjak 60 persen dibanding tahun lalu.

Eurozone:

  • Stimulus ECB untuk melakukan pelonggaran moneter untuk mendongkrak ekonomi dengan penurunan suku bunga.
  • Perlambatan ekonomi di Eurozone masih terus mengancam.
  • Perang Tarif dengan AS.

Untuk wilayah Amerika:

Amerika Serikat:

  • Belum tercapai kesepakatan perdagangan antara AS dan China.
  • Ancaman impeachment Trump oleh Kongres.
  • Stimulus moneter The Fed dengan penurunan 25 bps menyebabkan pelonggaran likuiditas global.

Ekuador:

Krisis Politik akibat penghapusan subsidi.

Argentina:

Mengalami resesi ekonomi.

Jepang dan Korea Selatan:

Terdampak dengan kondisi perang dagang antara AS dan China.

China:

  • Krisis politik di Hongkong akibat demonstrasi yang terus berlanjut.
  • Perang tarif dengan AS.
  • Pelemahan mata uang Yuan.

Ketegangan di Timur Tengah:

  • Serangan Turki ke pemberontak Kurdi dukungan AS di Suriah.
  • Serangan terhadap tanker minyak Iran (dikhawatirkan memicu serangan balasan).
  • Penempatan pasukan tambahan AS di Arab Saudi yang dapat dianggap sebagai persiapan serangan ke Iran.
  • Demonstrasi di Irak menuntut perbaikan kondisi ekonomi.
Kristanto Nugroho, Advisor Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here