Tingkatkan Ketahanan Pangan, PUPR dan Kementan Sepakati Pembangunan Infrastruktur SDA

0
182
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Sebagai dukungan pemerintah pada infrastruktur pengembangan pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Kementerian Pertanian bersinergi untuk menjaga ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA).

Kesepakatan tersebut terealisasi dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenai dukungan infrastruktur dalam pengembangan pertanian di Kantor Kementerian PUPR pada Selasa (3/12).

MoU yang ditandatangani ini, merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Basuki dan Menteri Syahrul pada 8 November 2019 lalu, di mana keduanya sepakat untuk mensinergikan program ketahanan pangan lima tahun kedepan.

Perlu diketahui, selama periode 2015-2019 Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 1 juta hektar dan merehabilitasi jaringan irigasi sekitar 3 juta hektar. Pembangunan akan dilanjutkan pada 5 tahun kedepan sekitar 500 ribu hektar jaringan irigasi baru dan merehabilitasi 2,5 juta hektar.

Menurut Basuki, ketahanan pangan di Indonesia lebih bisa ditingkatkan, tidak hanya dari segi program namun juga dalam dalam bidang keilmuan yang terkait.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong pengembangan sistem irigasi di Indonesia dengan aktif menjadi anggota di International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) dan Indonesian National Committee on Irrigation and Drainage (INACID).

“Saat pertemuan 3rd World Irrigation Forum di Bali September 2019 lalu, saya usulkan agar Kementerjan Pertanian untuk ikut aktif menjadi anggota,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mempercepat tindak lanjut proses MoU, Basuki menambahkan tidak perlu lagi ada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar Direktur Jenderal terkait di kedua Kementerian.

“Langsung saja tidak perlu prosedural. Supaya lebih cepat, langsung bekerja. Sehingga program-program Kementerian PUPR dalam ketahanan air untuk mendukung ketahanan pangan di Kementerian Pertanian langsung bersinergi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan dan Kementerian PUPR merupakan kedua instansi yang tak dapat dipisahkan lantaran infrastruktur SDA dan kegiatan pertanian tidak terpisahkan.

Untuk memenuhi suplai air pertanian, Kementerian PUPR terus meningkatkan tampungan air berupa bendungan, embung, dan revitalisasi danau, sehingga petani dapat melakukan beberapa kali penanaman guna meningkatkan produksi pangan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here