Hannover Messe 2020, Peluang RI di Bidang Teknologi Manufaktur Industri

0
82
Menperin pada persiapan Hannover Messe 2020 (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Indonesia dalam upaya mematangkan persiapan sebagai negara mitra resmi (official partner country) pada Hannover Messe 2020, terus mempersiapkan diri. Ajang pameran bergengsi tersebut menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan sektor manufaktur Indonesia di mata dunia, terutama dalam bertransformasi menuju era industri 4.0.

“Dengan ditunjuknya Indonesia menjadi official partner country Hannover Messe 2020, membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara industri di kawasan Asia Tenggara yang sudah diperhitungkan dan ini tentu menguntungkan bagi kita,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi di Jakarta.

Pada acara yang dihadiri oleh para pelaku industri dan Senior Vice President Hannover Messe, dan Deutsche Messe AG Arno Reich, Dirjen KPAII menjelaskan, Hannover Messe merupakan pameran internasional tahunan di bidang teknologi manufaktur industri, yang menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan, inovasi perusahaan rintisan (startup), teknologi informasi (IT), robotika, energi, kendaraan listrik, solusi logistik serta sektor-sektor lainnya.

Pameran bergengsi ini akan berlangsung di Hannover, Jerman, pada tanggal 20-24 April 2020. “Ajang pameran tersebut dapat pula dimanfaatkan oleh pengusaha nasional untuk menyaksikan dan mempelajari berbagai kemajuan teknologi terkini yang sesuai dengan arah industri 4.0 yang sedang berkembang,” papar Doddy.

Pemilihan Indonesia sebagai negara mitra resmi Hannover Messe 2020, antara lain karena pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Indonesia memiliki pasar terbuka yang tumbuh cepat, ekonomi terbesar di ASEAN, anggota G20, menjadi lokomotif di wilayahnya, serta pada tahun 2030 diprediksi PDB Indonesia akan menempati 10 besar dunia.

Bagi Indonesia sendiri, tujuan utama mengikuti ajang pameran internasional ini: pertama, mengapresiasi pencapaian Indonesia hingga saat ini, khususnya terhadap kemajuan implementasi industri 4.0. Kedua, menarik minat kerja sama dalam bidang investasi, teknologi, dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM).

“Pemerintah saat ini terus berupaya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia, antara lain dengan memangkas sejumlah hambatan regulasi sehingga bisa menarik investor,” ujarnya. Tujuan berikutnya, yang ketiga, yakni memamerkan ekosistem perusahaan startup Indonesia untuk mendukung produksi industri.

Senior Vice President Hannover Messe, Deutsche Messe AG Arno Reich menerangkan, pihak penyelenggara memperkirakan ada lebih dari 6.000 perusahaan dari 70-an negara yang akan menampilkan berbagai kemajuan teknologi industri manufaktur. Dari 6.000 perusahaan yang akan tampil tersebut, dua pertiga berasal dari luar Jerman.

Sedangkan untuk jumlah pengunjung, pameran tahun depan (2020) ditargetkan melampui 200.000, dimana sepertiganya berasal dari luar Jerman sebagian besar pengunjung adalah pedagang professional.

Menurut Reich, pengusaha Indonesia bisa mengambil manfaat yang banyak saat mengunjungi pameran tersebut karena akan memperoleh beragam informasi terkini mengenai berbagai kemajuan industri, termasuk industri 4.0 yang sedang dikembangkan di Indonesia.

Para pengusaha juga bisa melakukan penjajakan bisnis dengan pengusaha dari berbagai negara lain, yang kemungkinan bisa diterapkan teknologinya di Indonesia, sesuai kebutuhan dan kompetensi yang ada.

Emy T/Journalist/ VM
Editor: Emy Trimahanani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here