Ubah Budaya Kerja dan Transformasi Ekonomi, Tujuan Presiden Pindahkan Ibu kota

0
115
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai pemindahan Ibu kota di Kantor Presiden, Senin (16/12). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya bahwa perpindahan ibu kota bukan hanya memindahkan kantor-kantor pemerintahan, tapi merubah budaya kerja dan transformasi ekonomi Indonesia.

Dalam pengantar rapat terbatas mengenai perpindahan ibu kota, Presiden Jokowi mengingatkan perpindahan ibu kota ini jangan dilihat sekadar sebagai perpindahan kantor pemerintahan bukan sekadar pindah lokasi, tetapi kita ingin ada sebuah transformasi, pindah cara kerja, pindah budaya kerja, pindah sistem kerja dan juga ada perpindahan basis ekonomi sehingga saya sampaikan kemarin juga bahwa sebelum kita pindah sistemnya sudah terinstall dengan baik,” ungkap Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/12).

Selain itu, Ia juga inginkan perpindahan ibu kota tersebut menjadi transformasi ekonomi Indonesia.

“Artinya bahwa ibu kota perpindahan, ibu kota sebagai sebuah percepatan transformasi ekonomi dan kita harus belajar dari pengalaman-pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kotanya tapi ibu kotanya, ibu kota yang mahal ini jangan,” jelasnya.

Jokowi tak ingin ibu kota baru hanya diisi pegawai pemerintah. Dia berharap ibu kota baru menjadi titik transformasi kreativitas nasional.

“Kemudian yang menghuni hanya pegawai pemerintah ini juga tidak, plus diplomat juga tidak. Karena itu dari awal merancang perpindahan ibu kota sebagai sebuah transformasi ekonomi, perpindahan basis ekonomi kita sebuah smart ekonomi dan kita ingin perpindahan ibu kota ini menandai proses transformasi produktivitas nasional. Transformasi kreativitas nasional, transformasi industri nasional dan transformasi talenta-talenta nasional kita. Itu saya kira tujuan utama kita,” tegas Jokowi.

Ia juga ingin pusat riset dan inovasi nasional dibangun di ibu kota baru. Ibu kota baru diharapkan jadi titik temu talenta nasional dan global.

Misalnya dalam kluster pendidikan, saya membayangkan di ibu kota baru ini dibangun lembaga pendidikan tinggi yang kelas dunia yang bisa menciptakan talenta global secara tepat. Dan di ibu kota baru dibangun pusat riset inovasi kelas dunia dan menjadikan ibu kota baru ini sebagai global innovation hub, menjadi titik temu inovasi global,” ungkap dia.

“Sudah saatnya talenta-talenta Indonesia, talenta-talenta global berkolaborasi mengembangkan smart energy, smart health, smart food production yang akan menciptakan lapangan kerja baru bagi anak muda kita,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here