Indeks Negara-Negara Berkembang Didukung Penguatan Bursa Moskwa

0
166

(Vibizmedia – Index) – Bursa saham di negara-negara berkembang menguat pada hari Senin seiring ketegangan perang dagang China-AS yang mereda, sementara rubel Rusia menguat terhadap dolar yang lebih lemah selama hari perdagangan terakhir tahun ini.

Relaksasi dalam gesekan AS dan China dan berkurangnya ketidakpastian di sekitar Brexit telah membantu memacu permintaan untuk aset berisiko, menempatkan indeks MSCI untuk ekuitas di jalurnya hingga akhir Desember dengan kenaikan terbesar dalam 11 bulan.

Indeks naik 0,1%, setelah Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya telah “secara proaktif menangani” konflik perdagangan dengan Amerika Serikat tahun ini.

Indeks MSCI untuk mata uang negara berkembang naik 0,2%, karena sebagian besar mata uang di negara berkembang menguat terhadap dolar sementara dolar melemah karena permintaan untuk aset safe haven berkurang.

Rubel Rusia naik melampaui 62 terhadap dolar pada hari Senin dan menuju ke level terkuat sejak 2018. Rubel menjadi mata uang berkinerja terbaik kedua terhadap greenback pada 2019 setelah hryvnia Ukraina.

Bursa Moskwa akan tetap ditutup dari 31 Desember hingga 2 Januari, awal dari liburan Tahun Baru Rusia dan Natal Ortodoks yang panjang.

Lira Turki datar setelah bank sentral Turki mengubah persyaratan cadangan mata uang asing, menarik sekitar $ 3 miliar likuiditas valuta asing dari pasar.

Namun, data menunjukkan indeks kepercayaan ekonomi Turki naik untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Desember.

Di Asia, indeks blue-chip China ditutup pada level tertinggi delapan bulan setelah bank sentral negara itu mengatakan akan mengganti benchmark untuk pinjaman suku bunga mengambang, sebuah langkah yang akan menurunkan biaya pinjaman.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here