Atasi Penumpukan Sampah di Ibu Kota, Dosen ITS Kembangkan Metode Hydrothermal Carbonization

0
80
Ilustasi sampah. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|DINA

(Vibizmedia-Nasional) Berawal dari masalah penumpukan sampah yang semakin menjadi di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, Dosen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ridho Hantoro ST MT berhasil mengimplementasikan pengolahan sampah menjadi energi alternatif penghasil listrik.

Keberhasilan tersebut melalui penelitian berbasis Hydrothermal Carbonization yang ternyata mampu mengurangi massa sampah secara signifikan pada prosesnya.

Saat ini, untuk mengatasi permasalah sampah, pemerintah daerah pun telah memanfaatkan sampah menjadi listrik.

Salah satunya adalah Pemerintah Kota Surakarta, mengaplikasikan metode Hydrothermal Carbonization di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Dr Ridho mengatakan hasil proses hydrothermal carbonization akan digunakan sebagai bahan baku gasifikasi dan gas engine untuk memproduksi listrik,” ungkapnya, Selasa (14/1).

“Metode ini keunggulannya mampu meningkatkan nilai kalori material sampah dalam bentuk padatan, sekaligus mengurangi massa sampah secara signifikan pada prosesnya,” lanjutnya.

Secara proses pengolahan sampah, limbah dipisahkan dari logam dan material toksik yang ada, lalu dimasukkan ke dalam reaktor HTC. Pada kondisi saturasi biasanya 23 bar harus tetap dikontrol, hal itu juga tergantung kondisi dan komposisi karakteristik sampah.

Kemudian sampah tersebut dibentuk bubur karbon (char). Selanjutnya, bubur dihilangkan kadar airnya, lalu dikeringkan dan menjadi briket. Briket yang sudah dikeringkan dimasukkan ke dalam gasifier, dan didapatkan metana murni yang di-treatment. Setelahnya, dimasukkan ke dalam gas engine atau motor bakar yang akan menghasilkan listrik seperti halnya genset.

“Bisa sampah plastik atau sampah organik seperti sayur-sayuran, limbah rumah tangga, plastik, kertas, dan lainnya. “Apabila dalam pemanfaatan limbah menjadi biogas akan dihasilkan gas organik, tetapi hasil yang dikeluarkan dari gasifier akan berupa gas sintetik (syngas),” jelas Ridho.

Baginya, penelitian ini akan mampu memberikan kontribusi dalam menyelesaikan permasalahan
sampah kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here